Jurus BNI Selamatkan UMKM dari Kerugian dalam Aktivitas Ekspor

Tim detikcom - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 11:55 WIB
BNI
Foto: BNI
Jakarta -

Menembus pasar ekspor merupakan cita-cita bagi pelaku UMKM. Tak dapat dipungkiri, ada berbagai tantangan yang dihadapi UMKM dalam proses ekspor, baik untuk mendapatkan pembeli maupun saat bertransaksi dengan buyer luar negeri.

Direktur UMKM BNI Muhammad Iqbal mengatakan UMKM kerap ragu saat harus menghadapi persaingan global. Untuk itu, BNI melalui BNI Xpora membantu UMKM untuk memiliki pondasi bisnis yang kuat dengan memberikan layanan pembiayaan, pendampingan, hingga pelatihan usaha secara komprehensif.

Iqbal mengulas, ada sejumlah risiko bisnis yang mungkin dihadapi UMKM saat menjalankan kegiatan ekspor. Beberapa risiko yang kerap terjadi, antara lain pembeli yang menghilang di tengah transaksi, melaporkan barang yang sampai secara tidak jujur, dan menekan UMKM saat negosiasi, dan lainnya.

BNI mengerahkan jaringan kantor cabangnya di Tokyo, Seoul, Hong Kong, London, hingga New York, untuk membantu memastikan UMKM bisa mengekspor produknya secara aman.

"Untuk menjamin validitas pembeli, kami memaksimalkan fungsi Kantor Cabang Luar Negeri untuk memvalidasi dan mengawasi proses ekspor. Selain itu, kami bekerja sama dengan diaspora baik yang bergerak melalui perusahaan maupun perorangan untuk bisa menjadi perwakilan UMKM di luar negeri dalam proses ekspor. Xpora akan menjadikan Kantor Cabang Luar Negeri BNI dan diaspora sebagai ujung tombak UMKM Indonesia untuk menguasai pasar global," tutur Iqbal dalam Webinar UMKM BNI Jawa Timur, Senin (28/12/2021).

Ia menambahkan lewat BNI Xpora, ada tiga value preposition yang diangkat BNI untuk membawa lebih banyak pelaku usaha RI masuk ke perdagangan global, yaitu Go Productive, Go Digital, dan Go Global.

"Melalui value preposition itu, fitur-fitur yang lengkap, kolaborasi dengan berbagai pihak maka BNI Xpora menjadi orchestrator yang mempertemukan penjual dengan pembeli sehingga UMKM bisa memenangkan pasar global. BNI menjamin validitas buyer dengan mengoptimalkan kantor cabang luar negeri (KCLN) untuk fasilitasi ekspor," urai Iqbal.

Selain dukungan dari BNI, UMKM juga dapat memanfaatkan peran pemerintah untuk membantu proses ekspor. Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyampaikan Pemprov Jatim siap untuk memberikan endorsement kepada pelaku UMKM. Syaratnya, mereka harus terbuka menyampaikan informasi-informasi penting yang menunjukkan kapabilitas dan kredibilitasnya. Sebab, lanjut Emil, kredibilitas UMKM akan mempengaruhi tingkat kepercayaan dari mitra bisnis di luar negeri untuk menjalin kerja sama berkelanjutan.

"Seller credibility bisa kita tingkatkan dengan menghubungi KBRI dan mengatakan seller ini diketahui oleh kami. We endorse the exportir. Nah tapi harus dimaklumi proses kami mengendorse juga nggak sembarangan. Jadi tolong UMKM nya untuk kooperatif untuk memberi kami info," ungkap Emil.

"Bukan kami ngeruweti, tapi kami gak boleh sembarangan mengendorse. Sekali saja kami sembarangan mengendorse ya endorsement kita tidak ada nilainya ke depannya malah tidak akan dipercaya. Jadi kita tentu akan perlu memiliki level of confidence untuk bisa mengendorse calon eksportir ini kepada mitra dagang kita mungkin dengan kerja sama dengan KBRI. Saya ucapkan terima kasih kepada BNI dan tiga role model eksporter kita," papar Emil.

Selain itu, Direktur - Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Harmanta menambahkan BI Jatim mendukung penuh upaya peningkatan kinerja ekspor dari UMKM. Bersama stakeholder lain, termasuk BNI, BI Jatim aktif memfasilitasi UMKM untuk membuka akses perdagangan luar negeri.

"Kami sebagai regulator beberapa kali memfasilitasi kegiatan-kegiatan pameran di dalam dan luar negeri. Memang dalam situasi pandemi sempat terhenti untyk event event di luar negeri, namun kita masih tetap jalan beberapa sampel UMKM tetap kita kirim ke negara mitra, seperti Brunei Darussalam, Singapura, dan sebagainya," urai Harmanta.



Simak Video "Strategi Bisnis UMKM di Era Digital"
[Gambas:Video 20detik]
(ega/ara)