ADVERTISEMENT

Bukan Cuma Bulog, Ini Daftar BUMN yang Terjerat Utang Triliunan

Aulia Damayanti - detikFinance
Selasa, 28 Des 2021 16:45 WIB
BUMN utang Rp 5.000 T
Foto: Kiagoos Auliansyah
Jakarta -

Badan Usaha Milik Negara (BUMN) belakangan menjadi sorotan karena banyak terlilit utang hingga triliunan. Hal ini juga dialami oleh BUMN di bidang tata niaga beras, Perum Bulog.

Tidak hanya Bulog, berikut ini daftar BUMN yang memiliki utang triliunan. Data ini dirangkum dari catatan detikcom:

1. Perum Bulog

Terbaru, Perum Bulog ternyata memiliki utang sebanyak Rp 13 triliun. Hal ini diungkap langsung oleh Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso atau biasa disapa Buwas.

Buwas mengungkap utang itu dipicu oleh pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang hingga saat ini mencapai 1,2 juta ton. Sebanyak 1,2 juta ton itu merupakan penyerapan beras petani di Bulog hingga minggu ketiga Desember 2021.

"Utang kita ini Rp 13 triliun, Rp 13 triliun itu di mana utang kita? Ya itu beras CBP yang 1 juta itu ton, kan berasnya dari utang. Di mana, di kala sudah kita salurkan atas penugasan negara, baru dibayarkan," katanya dalam konferensi pers di kantor Perum Bulog, Selasa (28/12/2021).

Lebih lanjut, Buwas menyatakan sebenarnya utang Bulog bisa ditekan hingga Rp 9 triliun. "Kita berharap ke depan ada kepastian. Kalau tadi kebutuhan CBP 800 sampai 850 ribu ton per tahun kalau dengan itu utang kita bisa berkurang Rp 9 triliun. Maka harapannya regulasi yang berubah," ucapnya.

2. Angkasa Pura I

Kemudian, ada BUMN PT Angkasa Pura I (Persero) yang disebut memiliki utang triliunan. Hal itu dikatakan oleh Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (Wamen BUMN) Kartika Wirjoatmodjo. Katanya, utang itu ada salah satunya dari bandara baru yang dibangun.

"Memang AP I sekarang tekanannya berat sekali, kondisi keuangan mereka ini sekarang utangnya mencapai Rp 35 triliun. Dan kalau kita rate, loss nya bulanan mereka Rp200 miliar itu mereka setelah pandemi utangnya bisa Rp 38 triliun," kata Tiko, sapaan akrabnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI, Jumat (3/12/2021) lalu.

3. Garuda Indonesia

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan bahwa saat ini liabilitas atau utang Garuda Indonesia totalnya mencapai US$ 9,75 miliar atau setara Rp 138,45 triliun (kurs Rp 14.200). Sementara aset perusahaan saat ini hanya US$ 6,92 miliar. Jauh lebih rendah dibandingkan total kewajibannya itu.

"Utang (Garuda) itu yang tercatat US$ 7 miliar plus utang daripada lessor yang tidak terbayar US$ 2 miliar lagi. Jadi totalnya US$ 9 miliar," ucapnya dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Rabu (10/11/2021) lalu.

Apa lagi? lanjut halaman berikutnya.

Simak juga Video: Tekad Dirut PLN Cicil Utang Rp 22 T Per Tahun

[Gambas:Video 20detik]



4. Krakatau Steel

Menteri BUMN Erick Thohir pernah menyinggung PT Krakatau Steel (Persero) Tbk yang memiliki utang US$ 2 miliar atau berdasarkan perhitungan perusahaan sebesar Rp 31 triliun. Dia mengatakan, utang ini salah satunya dipicu oleh investasi US$ 850 juta untuk proyek blast furnace yang mangkrak.

"Ini kan hal-hal yang tidak bagus, pasti ada indikasi korupsi, dan kita akan kejar siapapun yang merugikan, karena ini kembali bukannya kita ingin menyalahkan, tetapi penegakan hukum kepada bisnis proses yang salah harus kita perbaiki," kata Erick dalam acara Talkshow Bangkit Bareng, Selasa (28/9/2021).

5. PTPN

PTPN memiliki utang Rp 43 triliun. Utang tersebut merupakan penyakit lama dan terdapat korupsi terselubung. Informasi ini diungkap oleh Erick Thohir.

"Contoh yang kita lakukan di PTPN di situ ada warnanya kuning, merah, hijau step-nya istilahnya. Di mana step-step yang harus dilakukan ketika PTPN punya Rp 43 triliun dan ini merupakan penyakit lama yang kita sudah tahu dan ini suatu korupsi yang terselubung, yang memang harus dibuka dan dituntut yang melakukan," katanya dalam rapat Komisi VI, Rabu (22/9/2021) lalu.

6. PLN

PT PLN (Persero) punya utang yang sangat besar, yakni mencapai Rp 500 triliun. Erick Thohir pernah mengatakan, salah satu cara untuk membenahi keuangan PLN ialah menekan 50% belanja modal (capital expenditure/capex).

"PLN itu utangnya Rp 500 triliun, tidak ada jalan kalau PLN itu tidak segera disehatkan. Salah satunya kenapa sejak awal kami meminta capex PLN ditekan sampai 50%, kalau bapak-bapak, ibu-ibu ingat waktu itu seperti itu," katanya saat rapat dengan Komisi VI, Kamis (3/6/2021) lalu.

"Alhamdulillah PLN bisa menekan capex sampai 24%, Rp 24 triliun sehingga itu yang menjadi cashflownya lebih baik," tambahnya.

7. Waskita Karya

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono menjelaskan mengungkap beban utang perusahaan mencapai Rp 54 triliun. BUMN konstruksi tersebut berupaya mengurangi beban tersebut dengan melepas ruas tol secara bertahap sejalan dengan penyelesaian pembangunan tol.

"Beban tol Waskita untuk investasi ini kurang lebih Rp 50an triliun, Rp 53 triliun-Rp 54 triliun ini yang harus kami selesaikan," jelasnya dalam webinar, Kamis (8/4/2021) lalu.

(fdl/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT