Pertamina Ngekor Shell
Rabu, 03 Mei 2006 16:07 WIB
Jakarta - Pertamina mematok harga berbeda untuk bahan bakar khusus yakni pertamax, pertamax plus dan pertamina DEX di 5 SPBU yang berdekatan dengan pesaingnya yakni Shell dan Petronas.Shell terhitung mulai hari ini ternyata telah menaikkan harga BBM di SPBU miliknya. Nah, Pertamina pun akhirnya memutuskan untuk ikutan menaikkan harga bahan bakar khusus di 5 SPBU itu."Harga yang kita tetapkan nantinya akan menyesuaikan dengan harga yang ditetapkan pesaing kita. Dan saya dengar hari ini Shell sudah menaikkan menjadi Rp 5.400 (per liter). Tentunya kita akan menyesuaikan nantinya," kata Kepala Divisi BBM Pertamina Djaelani Sutomo ketika dihubungi detikcom, Rabu (3/5/2006).Terhitung mulai 1 Mei, pertamina menaikkan harga bahan bakar khusus yakni pertamax naik menjadi Rp 5.800 dari harga Rp 5.300 dan Pertamax Plus naik Rp 6.050 dari harga sebelumnya Rp 5.400. Sedangkan Pertamina DEX (UPms III yakni Jabodetabek, Banten dan Jabar) Rp 6.100 dari harga sebelumnya Rp 5.800.Namun khusus di 5 SPBU, harga Pertamax Plus menjadi Rp 5.300 dan Pertamax Rp 5.000. Lima SPBU Pertamina yang berdekatan dengan lokasi SPBU pesaingnya yakni di Jalan Kemanggisan Raya Utama, Jalan Kapten Tendean, Jalan Mampang Prapatan Raya, Jalan Imam Bonjol Karawaci, Jalan Bumi Perkemahan Cibubur. Djaelani menepis tudingan bahwa Pertamina melakukan praktek usaha yang tidak fair dengan membedakan harga pertamax dan pertamax plus di SPBU yang berdekatan dengan pesaingnya."Saya kira bukan seperti itu. Itu kita lakukan dalam rangka persaingan usaha, dan kita akan tetap menyesuaikan harganya dengan yang mereka tawarkan," tegasnya.Djaelani mengungkapkan, dengan kenaikan harga Pertamax dan Pertamax plus yang cukup signifikan, ia memperkirakan akan terjadi penurunan konsumsi dua BBM. Sehingga akan banyak yang beralih ke konsumsi premium. Namun ia tidak khawatir konsumsi premium nantinya akan menambah beban subsidi. "Soalnya konsumsi premium kita masih under, dibawah perkiraan," katanya.Saat ini, lanjut Djaelani, Pertamina belum bisa menghitung besaran penurunan Pertamax dan Pertamax plus seiring kenaikan harga. "Ini kan baru beberapa hari. Setelah seminggu nanti, kita akan lihat berapa konsumsinya. Saya pikir pasti akan terjadi penurunan konsumsi," jelasnya.Menurut Djaelani, konsumsi Pertamax plus secara nasional setiap harinya berkisar 500 kiloliter per hari, sedangkan Pertamax 1.500 kiloliter per hari.
(qom/)











































