Telur Mahal, Penjual Nasi Goreng-Masakan Padang Mau Naikkan Harga

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 29 Des 2021 08:15 WIB
Jakarta -

Penjual makanan sedang pusing tujuh keliling menghadapi sejumlah harga bahan pokok yang naik, salah satunya telur ayam. Kenaikan harga pangan tinggi protein tersebut membuat penjual nasi goreng hingga masakan padang menjerit.

Penjual Masakan Padang Talago bernama Gagas mengaku sangat terbebani dengan kenaikan harga telur ayam. Meski begitu, dia belum mau menaikkan harga jual menu telur.

"Nggak ada (kenaikan), kita sesuai harga yang lama. Dijual Rp 6.000 per butir telur balado, telur dadar juga Rp 6.000," kata Gagas kepada detikcom ditemui di kawasan Prapatan Duren, Tangerang Selatan, Selasa (28/12/2021) malam.

Gagas mengaku belum menaikkan harga karena berharap harga kembali normal setelah Tahun Baru 2022. Tetapi jika kenaikan harga telur ayam berlanjut, mau tidak mau pihaknya akan naikkan harga.

"Kalau sekarang kan cuma Natal dan tahun baru, mudah-mudahan setelah ini turun lagi. Tapi kalau berkepanjangan pasti berubah harganya, nanti orang kan sudah lebih paham bahwa telur naik, jadi kita dagang naik," jelasnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Penjual Nasi Goreng Racing bernama Tini. Dia juga belum mau menaikkan harga jualnya karena mempertimbangkan daya beli.

"Nggak ada (kenaikan), kasihan customer-nya (kalau dinaikkan)," kata Tini.

Tini juga mengaku tidak mengurangi porsi di mana satu bungkus nasi goreng tetap satu butir telur ayam. Hal ini dilakukan dengan harapan, setelah periode Tahun Baru harga kebutuhan pokok kembali normal.

"Nanti kan turun lagi. Jadi kita masih biasa aja, nggak ada (porsi dikurangi)," tuturnya.

(aid/ara)