Semarang -
Harga bahan pangan di Kota Semarang mulai turun, namun belum kembali ke harga normal. Bahan pangan yang harganya masih tinggi yaitu telur hingga minyak goreng.
Pantauan di lokasi Pasar Johar di Masjid Agung Jawa Tengah harga ayam petelur Rp 60 ribu sampai Rp 65 ribu. Sebelumnya harga Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu.
"Ayam potong sekarang Rp 37 ribu sebelumnya Rp 28 ribu sampai Rp 30 ribu. Naiknya itu pertengahan Desember," kata salah satu pedagang, Wondo di Relokasi Pasar Johar, Kamis (30/12/2021).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk telur ayam, harga sebelumnya Rp 24 ribu-Rp 25 ribu per kilogram kemudian sempat naik Rp 32 ribu dan saat ini turun menjadi Rp 30 ribu. Untuk cabai setan juga sudah mengalami penurunan.
"Cabai sempat Rp 76 ribu, sekarang Rp 50 ribu per kilogram. Semoga turun terus," kata pedagang cabai, Rum.
Sementara itu minyak goreng Rp 20 ribu-Rp 21 ribu per liter. Dulu cuma Rp 14 ribu-15 ribu. Minyak ini sudah naik sekitar dua bulan," ujarnya.
Harga pangan di Pasar Johar. Langsung klik halaman berikutnya
Di Pasar Johar pengecekan harga juga dilakukan oleh Satgas Pangan Mabes Polri. Anggota Satgas, Kompol Samian yang memantau harga di Jateng dan DIY mengatakan ada 3 komoditi yang harganya belum kembali normal meski Natal sudah lewat.
"Ada 3 komoditi yang mengalami lonjakan yaitu telur ayam, minyak goreng dan cabai. Untuk cabai sudah alami penurunan di Jateng. Ada pasokan dari Blora yang masuk masa panen. Untuk telur ayam juga alami penurunan. Minyak goreng kenaikan harga disebabkan bahan baku yang relatif tinggi," jelas Samian.
Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan menggelontor 70 ribu liter minyak goreng ke berbagai kabupaten/kota dalam rangka operasi pasar. Untuk sementara operasi pasar memang baru dilakukan untuk minyak goreng.
"Iya kami sudah melakukan operasi pasar terkait tingginya harga minyak goreng. Teman-teman sudah turun ke berbagai daerah," kata Ganjar di kantornya.
Kepala Dinas Perdagangan, Arif Sambodo menambahkan operasi pasar untuk pengendalian harga minyak goreng dilakukan saat ini di 24 kabupaten/kota. Masing-masing kota diberi jatah 3.396 liter minyak goreng.
"Total ada 70.000 liter minyak goreng yang kami gelontorkan dalam operasi pasar ini, dengan harga Rp14.000 perliter," ujarnya.