Lira Anjlok, Warga Turki Tarik Uang dan Simpan di Bawah Bantal

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 31 Des 2021 10:01 WIB
Bulgarian tourists walk to their cars with shopping bags in Edirne, near Bulgaria border, in Turkey, Friday, Dec. 24, 2021. Bulgarian shoppers are crossing Turkey’s western border in packed cars and buses, taking advantage of a declining Turkish lira to fuel their own shopping sprees. Their first stop is the currency exchange and then its off to the markets and grocery stores in the northwestern city of Edirne. (AP Photo/Emrah Gurel)
Foto: AP/Emrah Gurel
Jakarta -

Bank Sentral Turki menyampaikan akan memberikan insentif kepada masyarakat yang mau mencairkan tabungan emas menjadi deposito berjangka nominal lira.

Itu dilakukan untuk mencegah kerugian finansial yang lebih dalam. Saat ini banyak warga Turki menarik aset atau emas dari bank dan menyimpannya di bawah bantal.

Dikutip Reuters, Jumat (31/12/2021) Presiden Turki Tayyip Erdogan mengatakan hal ini dilakukan karena mata uang lira terus-terusan merosot.

Dalam konferensi pers usai rapat kabinet, Erdogan mengungkapkan negara saat ini punya langkah terbaru untuk menghentikan fluktuasi nilai tukar.

Dilansir dari news-cn.com disebutkan jika pemerintah akan memberikan kompensasi kepada pemegang deposito jika nilai lira merosot.

Setelah pernyataan yang dikeluarkan Erdogan ini, pada Senin malam waktu setempat, lira pulih menuju 12,71 per dolar AS. Padahal sebelumnya lira berada di posisi 18,46 per dolar.

Hal ini terjadi karena Erdogan memangkas suku bunga di tengah kenaikan harga dan penurunan nilai lira.

Saat itu Erdogan meyakini jika pemangkasan suku bunga ini akan mendorong penurunan inflasi dalam beberapa bulan ke depan.

"Kenaikan harga ini tentu mempengaruhi kita semua. Kami ingin menyelesaikan masalah ini. Sebagai pemerintah kami telah mengambil langkah yang diperlukan," jelas dia dikutip dari news-cn.com, Jumat (31/12/2021).

Erdogan memang mengharapkan warga Turki untuk tidak bertransaksi yang menimbulkan permintaan mata uang asing.

Saat ini pemerintah Turki juga sudah membebaskan para pegawai negeri dari pajak penghasilan dan materai di dalam komponen gaji bersih mereka.

Kemudian pemerintah Turki juga memangkas pajak dividen perusahaan menjadi 10%, meningkatkan kontribusi untuk skema pensiun swasta menjadi 30% dari sebelumnya 25%.

Bahkan untuk mencegah kerugian finansial, saat ini banyak warga Turki menarik aset atau emas dari bank dan menyimpannya di bawah bantal.

(kil/das)