Year in Review 2021

Belanja Kini Cukup 'Mainin Jempol', Barang Langsung Diantar ke Rumah

Alfi Kholisdiunka - detikFinance
Sabtu, 01 Jan 2022 11:50 WIB
online shopping
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Penggunaan teknologi digital di Tanah Air semakin digandrungi masyarakat, terutama saat pandemi seperti sekarang ini. Berbagai aktivitas ekonomi kini banyak memanfaatkan teknologi digital seperti halnya belanja online yang cukup 'mainin jempol'.

Tak heran, riset yang dipublikasikan Navigating Indonesia's E-Commerce: Omnichannel as the Future of Retail per Oktober 2021 lalu misalnya, menunjukkan pandemi membuat 74,5% konsumen lebih banyak berbelanja online daripada berbelanja offline.

Laporan tersebut juga menyebutkan pandemi membuat 17,5% konsumen offline mulai mencoba berbelanja secara online. Adapun ragam kanal penjualan yang digunakan oleh konsumen untuk berbelanja online, di antaranya marketplace, media sosial dan website.

Perilaku konsumen yang tercermin dalam riset seperti ini jelas berpengaruh pada bisnis, khususnya bisnis online. Pelaku bisnis saat ini menjadi kian adaptif menerapkan berbagai strategi agar bisa survive pada persaingan ekonomi digital.

Sepanjang tahun 2021 misalnya, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (Alfamart) yang merupakan salah satu jaringan toko swalayan terbesar di Indonesia telah memudahkan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan barang konsumsi. Tak hanya melalui gerai secara offline tapi juga lewat layanan digital omnichannel Alfagift.

"Alfagift dibangun berdasarkan member shift yang berbasis big data sehingga mampu memenuhi informasi atas kebutuhan belanja para pelanggan. Sejak diluncurkan pada 2019 lalu, saat ini jumlah pengguna Alfagift mencapai 13 juta," ujar Marketing Director Alfamart Ryan Alfons Kaloh beberapa waktu lalu.

Dia mengungkapkan aplikasi Alfagift ini membuat pelanggan dapat belanja secara online terutama di masa masyarakat harus membatasi kegiatan di luar rumah. Alfagift juga menawarkan semua kebutuhan belanja sehari-hari melalui satu aplikasi, sehingga tidak perlu membeli produk-produk menggunakan platform yang berbeda-beda.

Kelebihan Alfagift

Ryan mengungkapkan Alfagift sebagai layanan omnichannel dapat menjadi solusi tepat bagi industri ritel untuk mengintegrasikan bisnis offline dengan bisnis online. Pasalnya, Alfagift juga memiliki banyak benefit yang dapat dimanfaatkan konsumen.

"Alfagift ini terintegrasi dengan Alfamart yang tersebar di banyak toko, sehingga kita bebas ongkos kirim. Bayangkan belanja groceries Rp 50 ribu kemudian ongkos kirimnya Rp 20-30 ribu pasti konsumen keberatan. Tapi dengan cakupan toko kita, kita sampaikan bebas ongkos kirim," jelasnya.

Selanjutnya, aplikasi ini juga menawarkan pengiriman belanja sehari-hari lebih cepat. Sebab, perseroan yang memiliki banyak gerai yang tersebar di banyak daerah sehingga mudah menjangkau konsumen. "Sehingga dengan jangkaun toko kita, kita bisa mengantarkan lebih cepat," ungkapnya.

"Ketiga, pasti secara promo kita juga banyak promonya di Alfagift termasuk di antaranya promo cashback yang sedang berlangsung dan kita secara langsung melakukannya," imbuhnya.

Sekedar informasi, Alfagift sebagai layanan omnichannel, jika dikembangkan lebih jauh, bisa berpeluang melayani tak hanya pembelian produk, tapi juga layanan lintas platform mulai dari pembelian tiket, hingga bayar cicilan. Hal ini bakal semakin menyempurnakan keunggulan yang ditawarkan Alfagift dan berpeluang mendongkrak pasarnya.



Simak Video "Usut Penyebab Alfamart Ambruk, Polres Banjar Minta Bantuan Puslabfor Polri"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ara)