IMF Kesulitan Keuangan
Kamis, 04 Mei 2006 10:58 WIB
Jakarta - Dana moneter internasional (IMF) ternyata saat ini tengah didera kesulitan keuangan. Seretnya dana milik IMF itu terjadi setelah dua pengutang terbesar IMF yakni Brasil dan Argentina melunasi utangnya. Pada akhir tahun lalu, Brasil melunasi utangnya kepada IMF sebesar US$ 15,5 miliar, sementara Argentina juga melunasi utangnya sebesar US$ 9,81 miliar. Kedua negara Latin itu melunasi utangnya, menyusul semakin membaiknya posisi keuangan setelah didera krisis keuangan yang cukup parah."Dengan pembayaran utang dari Brasil dan Argentina, maka yang tinggal sebagai pengutang terbesar IMF yaitu Turki dan Indonesia," ujar Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah.Hal itu disampaikan Burhanuddin yang ditemui disela-sela aksi peduli di SDN 03 Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, Kamis (4/5/2006).Indonesia saat ini tercatat memiliki utang sebesar US$ 7,8 miliar ke IMF. Utang tersebut tidak digunakan dan hanya untuk memperkuat cadangan devisa."Dengan pembayaran yang lebih awal dari Argentinan dan Brasil, maka IMF kehilangan pendapatan yang seharusnya direncanakan dapat bunga dari dua negara besar, sekarang jadi tidak dapat. Sehingga IMF menjadi kesulitan keuangan," ungkap Burhanuddin.Dengan kondisi tersebut, lanjut Burhanuddin, banyak kalangan memperkirakan IMF akan segera menaikkan charge atau bunga utangnya. "Dan itu akan menjadi beban Indonesia dan negara lain yang punya outstanding utang ke IMF," tambah Burhanuddin.IMF pada akhir tahun lalu mengakui bahwa pendapatannya kemungkinan akan turun sebesar US$ 116,3 juta setelah Brasil dan Argentina melunasi utangnya. Padahal semula IMF hanya memperkirakan pendapatannya akan berkurang US$ 26 juta, dari target penerimaan sebesar US$ 273,4 juta. Posisi kredit yang diberikan kepada negara-negara di dunia juga semakin turun menjadi hanya US$ 31 miliar, dari sebelumnya sebesar US$ 56 miliar. IMF pun akan me-review struktur keuangannya.
(qom/)











































