Erick Thohir: Perusahaan Batu Bara Tak Disiplin Harus Dihukum!

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 04 Jan 2022 18:45 WIB
Menteri BUMN RI Erick Thohir telah mengukuhkan pengurus baru Forum Humas (FH) BUMN Periode 2021-2023.
Menteri BUMN Erick Thohir/Foto: Dok. BRI
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk menyetop ekspor batu bara selama Januari 2022. Hal itu dilakukan demi memenuhi kewajiban pasokan domestik atau domestic market obligation (DMO).

Menteri BUMN Erick Thohir mengaku sepakat, jika ada perusahaan batu bara yang bandel tidak memenuhi kewajiban DMO karena memilih ekspor agar dicabut izinnya.

"Saya juga setuju bagaimana pihak swasta yang memang tadi tidak disiplin seperti statement Bapak Presiden ya harus dihukum, bahkan dicabut," tuturnya usai melakukan sidak di kantor pusat PLN, Jakarta, Selasa (4/1/2022).

Namun Erick berharap agar industri baru bara dalam negeri tidak disamaratakan. Sebab ada juga produsen yang patuh terhadap kewajiban DMO.

"Tetapi juga jangan disamaratakan kalau ada yang bagus lalu disamaratakan ini salah semua, tidak. Makanya solusinya bukan saling menyalahkan, tapi bergotong-royong menyelesaikan masalah," tuturnya.

Erick mengatakan bahwa dirinya sudah menginstruksikan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT PLN (Persero) dan PT Pertamina (Persero) akan berkolaborasi menyelesaikan masalah ini.

"Bahwa nantinya kalian harus berkontrak jangka panjang, lalu disesuaikan dengan DMO bulanan. Kan nanti DMO-nya bulanan bukan tahunan. Nah di DMO bulanan ini kelihatan," terangnya.

PTBA juga diminta untuk membuat kesepakatan jangka panjang dengan PLN. "Jadi 25% itu nanti kontraknya bisa dialokasikan ke PTBA, tapi hitungannya memang cost plus, artinya ini costnya kita buka angkanya, jadi terbuka," tutupnya.

Lanjut halaman berikutnya.