ADVERTISEMENT

Perjalanan Rencana Hapus Premium yang Tinggal Tunggu Restu Jokowi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 05 Jan 2022 11:42 WIB
Sejumlah kendaraan mengisi BBM premium, di SPBU Pejompongan, Jakarta, Jumat (16/01/2015). Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) turun lagi. Harga Premium diturunkan menjadi Rp 6.600/liter, sementara Solar menjadi Rp 6.400/liter. Harga baru ini berlaku mulai Senin (19/1/2015) pukul 00.00.
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Wacana penghapusan BBM jenis Premium kembali hangat dibicarakan belakangan ini. Rencana penghapusan Premium ini sebenarnya sudah muncul cukup lama, namun tak kunjung terealisasi.

Wacana penghapusan Premium tercatat dalam pemberitaan detikcom, setidaknya sudah ada di tahun 2014 lalu. Kala itu, Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi merekomendasikan agar impor Premium RON 88 mesti segera dihentikan dalam waktu 5 bulan. Kemudian, Tim menginginkan tidak ada lagi bensin Premium yang dijual di SPBU.

"Sesuai rekomendasi Tim, intinya premium RON 88 itu dihapus, hilang, tidak lagi dijual di SPBU. Buat apa? Orang di market hanya ada RON 92 ke atas," tegas Ketua Tim yang sering disebut Tim Pemberantasan Mafia Migas, Faisal Basri pada 23 Desember 2014 silam.

Ada dua alasan setidaknya Tim Pemberantasan Mafia Migas itu ingin Premium dihapus. Dalam kesempatan terpisah, Anggota Tim Agung Wicaksono menyebut, pertama, neraca perdagangan Indonesia harus diperbaiki. Impor BBM yang tinggi, terutama bensin RON 88 harus mulai dikurangi.

"Indonesia defisit minyak sejak 2003, dan 10 tahun kemudian defisit perdagangan BBM dan minyak mentah itu terjadi. Pertumbuhan konsumsi tak bisa dikejar pertumbuhan produksi. Jadi penghapusan RON 88 sangat penting," jelasnya.

Alasan kedua, lanjut Agung, adalah impor bensin RON 88 yang sarat 'permainan'. "Pemburu rente memiliki kedekatan pada pengambil keputusan, itu jadi terdistorsi," tegasnya.

Sejak saat itu, wacana penghapusan Premium pasang surut. Beberapa kali muncul, namun kemudian hilang dari pembahasan.

Wacana penghapusan Premium ini kembali muncul di penghujung tahun 2021 ini. Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas Kementerian ESDM Soerjaningsih menjelaskan bahwa Indonesia kini mulai memasuki masa transisi di mana BBM RON 90 akan menjadi bahan bakar antara menuju BBM yang ramah lingkungan.

"Kita memasuki masa transisi di mana Premium (RON 88) akan digantikan dengan Pertalite (RON 90), sebelum akhirnya kita akan menggunakan BBM yang ramah lingkungan," katanya dalam keterangan resmi.

Lihat juga Video: Awas Fuel Dilution! Motor Pakai Bensin Oktan Tinggi Belum Tentu Bagus

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT