Bikin Gojek Digugat Rp 24 T, Pahami Dulu Aturan soal Hak Cipta

Tim detikcom - detikFinance
Rabu, 05 Jan 2022 16:44 WIB
Gojek
Foto: Dok. Gojek

Gunawan menambahkan hak cipta melindungi fiksasi. Oleh karena itu, apa yang disebut Arman Chasan sebagai hak ciptanya, terbatas pada fiksasi yang dia lakukan.

"Sebenarnya pencatatan tidak mutlak karena ada ketentuan dalam Undang-undang Hak Cipta bahwa pencatatan tidak melindungi isi dari ciptaan yang dilindungi. Itu hanya sebagai bukti primavasi atau bukti awal dari hak yang diklaim. Yang dicatatkan maupun tidak, itu tidak ada akibat hukumnya. Tidak melindungi materinya, atau formalitas saja," tandasnya.

Apa yang dikatakan Gunawan sejalan dengan Pasal 41 Undang-undang Nomor 28 Tahun 2014 Mengenai Hak Cipta. Dalam pasal 41 ayat a dan b disebutkan bahwa hasil karya yang tidak dilindungi hak cipta meliputi hasil karya yang belum diwujudkan dalam bentuk nyata maupun setiap ide, prosedur, sistem, metode, konsep, prinsip, dan temuan atau data walaupun telah diungkapkan, dinyatakan, digambarkan, dijelaskan, atau digabungkan dalam sebuah ciptaan.

Sebagai perusahaan kredibel, Gojek diyakini Gunawan sudah siap dengan berbagai kemungkinan terkait hak cipta. Karena itu, Gojek telah melakukan berbagai antisipasi jika ada gugatan-gugatan seperti ini.

"Tapi ya kan tidak bisa melarang orang menggugat. Minta berapa, asal nyebut angka, orang kan bebas saja," imbuhnya.

Sebagai informasi, Hasan Azhari alias Arman Chasan melayangkan gugatan dilayangkan kepada Gojek dan Nadiem Makarim pada Jumat (31/12/2021) lalu. Gugatan yang memiliki Nomor Perkara 86/Pdt.Sus-HKI/Cipta/2021/PN Niaga Jkt.Pst meminta Gojek dan Nadiem untuk membayar royalti kepada penggugat sebesar Rp 24,9 triliun.

Arman Chasan mengklaim bahwa dirinya merupakan pelopor atau perintis pertama istilah ojek online atau ojol sejak 2008. Ia juga mengaku pernah memasarkan jasa ojeknya di situs blogger.


(dna/dna)