Biofuel Belum Dilirik Perbankan

Biofuel Belum Dilirik Perbankan

- detikFinance
Jumat, 05 Mei 2006 12:08 WIB
Jakarta - Investasi bahan bakar dari energi terbarukan atau biofuel sebagai pengganti BBM hingga kini masih belum dilirik kalangan perbankan.Untuk itu pemerintah berencana melakukan pendekatan dengan perbankan dengan mengeluarkan berbagai kebijakan untuk pengembangan biofuel tersebut."Biofuel ini kan masih baru sehingga banyak perbankan yang belum tahu, jadi wajar perbankan masih hitung tingkat keekonomiannya. Tapi kita akan melakukan pendekatan-pendekatan nantinya," kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Purnomo Yusgiantoro.Hal itu disampaikan Purnomo, usai membuka seminar biofuel di Gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta, Jumat (5/5/2005).Purnomo menjanjikan, pemerintah akan memberikan insentif kepada investor untuk mengembangkan biofuel. Baik berupa insentif ekonomi maupun non-ekonomi.Insentif ekonomi misalnya terkait dengan pajak dan bea masuk. Sedangkan insentif non-ekonomi, pemerintah akan memberikan jaminan untuk mempermudah proses perizinan dan pengembangan biofuel.Harga biofuel berdasarkan kajian yang ada selama ini, ungkap Purnomo, masih lebih murah dibanding BBM dengan harga jual Rp 3.250-4.000 per liter."Bisa dibayangkan dengan harga minyak saat ini," katanya.Biofuel yang akan dikembangkan ini antara lain berupa biodiesel, bioethanol dan bio-oil. Biofuel ini bisa diproduksi antara lain dari olahan singkong, pohon jarak, kelapa sawit, tebu dan sagu.Pemerintah menargetkan pada tahun 2005-2010 bisa memproduksi 720 ribu kiloliter (kl) biofuel per tahun. Periode 2011-2015 sebanyak 1,5 juta kl/tahun dan 2015-2025 sebesar 4,7 juta kl/tahun.Pemerintah juga berencana membuat tata niaga biofuel dengan peraturan sendiri dalam bentuk Instruksi Presiden (Inpres) atau Keputusan Presiden (Keppres).Hal ini dilakukan, karena tata niaga biofuel akan berbeda dengan BBM bersubsidi. Ini juga untuk menghindari campur aduk distribusi biofuel dan BBM bersubsidi. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads