Gawat! Omicron Mulai Ancam Pengiriman Barang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Sabtu, 08 Jan 2022 18:30 WIB
FILE- In this April 18, 2017, file photo, a FedEx cargo plane sits idle during the day at Richmond International Airport in Sandston, Va. FedEx says one of its pilots was detained in China after an item was found in his luggage before he boarded a commercial flight. The company said Thursday, Sept. 19, 2019 the pilot was later released, and it is working with Chinese authorities to understand what happened at the airport in Guangzhou, in southern China.(AP Photo/Steve Helber, File)
Foto: AP Photo/Steve Helber, File
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) saat ini sedang mengalami kenaikan kasus varian Omicron. Sejumlah perusahaan bahkan mengalami masalah karena pegawainya terinfeksi COVID-19 varian Omicron.

Dikutip dari Reuters, perusahaan ekspedisi FedEx mengumumkan jika bakal ada keterlambatan pengiriman karena mereka kekurangan pegawai.

"Kenaikan varian Omicron ini membuat kami kekurangan kru dan pegawai operasional," kata FedEx dalam sebuah pengumuman, dikutip Sabtu (8/1/2022).

Hal ini diperparah dengan musim dingin yang parah di seluruh AS. Termasuk di hub udara utama mereka di wilayah Memphis, Tennessee.

Pesaing FedEx, United Parcel Service (UPS) menyebut jika Omicron tidak mempengaruhi pelayanan mereka.

Namun mereka juga terkendala cuaca. "Peristiwa cuaca baru-baru ini di wilayah Louisville, Kentucky dan Philadephia, Pennsylvania pengirimannya terganggu," ujar juru bicara UPS.

Musim dingin yang ekstrim dan penyebaran Omicron membuat sejumlah maskapai penerbangan di AS membatalkan penerbangan karena pilot dan kru haru smenjalani karantina.

Di AS kematian akibat Corona naik menjadi 836.901 dibandingkan pada hari sebelumnya 834.768.

(kil/eds)