Punya Dana Segar Rp 18 T, Mitratel Lanjut Berburu Perusahaan Cilik

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 10 Jan 2022 18:30 WIB
Telkom
Ilustrasi/Foto: Telkom
Jakarta -

PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL) atau Mitratel menegaskan akan melanjutkan aksi merger dan akuisisi menara termasuk mencaplok perusahaan-perusahaan yang lebih kecil. Terlebih anak usaha dari Telkom ini masih memiliki amunisi dari IPO sebesar Rp 18 T

Untuk menjaga tren pertumbuhan di tahun 2022, Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko menjelaskan setidaknya ada empat strategi yang akan dijalankan Mitratel. Pertama, memperbesar kontribusi pertumbuhan bisnis organik dengan cara menggenjot layanan built to suit (B2S) dan kolokasi menara dari operator jaringan seluler (MNO) yang menjadi klien perusahaan.

Kedua, melanjutkan aksi merger dan akuisisi (M&A) aset menara dari Telkomsel maupun mengakuisisi saham perusahaan menara yang lebih kecil.
Kemudian yang ketiga, Mitratel akan melakukan ekspansi dengan menyediakan beberapa layanan baru.

"Saat ini kami tengah mengembangkan portfolio layanan infrastruktur digital lengkap bagi operator. Termasuk dengan melakukan fibersisasi menara, mengaplikasikan infrastructure as a service sehingga kami bisa menyediakan jaringan IoT bagi pelanggan non-MNO, serta ekspansi ke penyediaan small cells sehingga bisa memberikan solusi infrastruktur untuk pemanfaatan 5G," papar Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (10/1/2022).

Menurutnya, dengan kemampuan pendanaan baik dari hasil IPO senilai lebih dari Rp 18 triliun, serta leverage dan biaya utang (cost of debt) terendah dibanding operator lainnya, Mitratel optimistis menyambut setiap peluang yang ada di tahun ini.

Terakhir, Mitratel akan terus meningkatkan efisiensi belanja modal (capex) dan biaya operasional (opex) perusahaan sehingga bisa meningkatkan profitabilitas serta menambah arus kas.