Erick Thohir Bongkar Dugaan Korupsi di Garuda, Dirut: Kami Dukung Penuh!

ADVERTISEMENT

Erick Thohir Bongkar Dugaan Korupsi di Garuda, Dirut: Kami Dukung Penuh!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 15:15 WIB
Traveloka
Foto: (dok rekaman screenshoot).
Jakarta -

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Irfan Setiaputra merespons langkah Menteri BUMN Erick Thohir yang tengah mengusut dugaan kasus korupsi Garuda. Irfan menyatakan, akan mendukung penuh langkah yang dilakukan Erick tersebut.

"Sehubungan dengan adanya langkah penyelidikan dari Kejaksaan Agung RI sebagai tindak lanjut atas laporan Menteri BUMN RI Erick Thohir mengenai indikasi korupsi pengadaan pesawat yang terjadi beberapa tahun lalu di Garuda, kami tentunya memastikan akan mendukung penuh penyelidikan tersebut dan akan menindaklanjuti setiap keperluan penyelidikan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya penegakan good corporate governance (GCG)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (11/1/2021).

Dia mengatakan, Garuda berkomitmen mendukung setiap upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam setiap aktivitas bisnis.

"Selaras dengan upaya Kementerian BUMN RI untuk memastikan praktik bisnis di lingkungan BUMN sesuai dengan prinsip GCG, hal tersebut yang juga turut menjadi aspek fundamental dalam misi transformasi perusahaan yang tengah kami jalankan saat ini guna menjadikan Garuda sebagai entitas bisnis yang sehat tidak hanya dari sisi kinerja keuangan dan operasional akan tetapi turut ditunjang oleh fondasi tata kelola perusahaan yang juga sehat dan solid dalam mengakselerasikan kinerja usaha ke depannya," paparnya.

Sebelumnya, Erick Thohir memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi ke Kejaksaan Agung (Kejagung). Dugaan korupsi terkait pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Usai memberikan laporan bukti, Erick mengungkapkan memang ada indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat Garuda Indonesia dengan jenis yang berbeda-beda. Untuk hari ini dia melaporkan untuk pengadaan ATR 72-600.

"Tapi secara data memang dalam proses pengadaan pesawatnya, leasing-nya ada indikasi korupsi dengan merek berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," tuturnya di Kejagung, Selasa (11/1).

Erick mengatakan, hari ini pihaknya memberikan bukti-bukti hasil audit investigasi. Dengan begitu dia menjamin apa yang dilaporkan bukan sekadar tuduhan belaka.

"Bukan tuduhan, tapi ada fakta yang diberikan," tegasnya.

Tonton video 'Erick soal Adanya Dugaan Korupsi Pesawat Lain: Dimungkinkan':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT