Siapa Pengusaha yang Minta Pilpres 2024 Diundur?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 11 Jan 2022 21:36 WIB
Ilustrasi profil
Ilustrasi Jokowi (Foto: Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengatakan ada pengusaha yang menginginkan agar apabila pemilihan presiden (Pilpres) 2024 diundur. Siapa pengusaha yang meminta hal tersebut?

Saat ini organisasi kumpulan para pengusaha terbesar di Indonesia hanya dua, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo).

Namun, Ketua Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid saat ditanya apakah pihaknya adalah pengusaha yang mengusulkan Pilpres 2024 diundur, dia tak menjawab secara gamblang.

"Kan gini, pengusaha itu banyak ya kan. Jadi kalau bicara itu adalah bicara bahwa pengusaha semua opsi harus dipikirkan, harus dibuka dan dilihat dulu 'oh ini gimana nih, opsi a, opsi b, opsi c bagaimana plus dan minusnya. Tapi yang paling utama adalah bagaimana yang terbaik untuk bangsa," katanya saat ditemui di Hutan Kota by Plataran, Selasa (11/1/2022).

Dia menjelaskan bahwa yang paling penting buat pengusaha adalah situasi dan kondisi yang aman dari sebuah negara. Setelah aman, selanjutnya adalah konsistensi daripada kebijakan ke depan termasuk di 2024 dan seterusnya.

"Seperti saya mengatakan suatu bus. Kalau bus kita naik bus ada sopir, ada kondektur ada passenger-nya (penumpang). Yang paling penting mau tujuan kemana busnya. Setelah kita tahu tujuannya kan kita enak duduk di dalam bus, jelas rutenya mau ke sana," tuturnya.

"Nah dari situ baru kita pilih sopir yang penting sopirnya baiklah, aman, itu bisa bawa kita. Dan kondekturnya siapa-siapa saja," tutur Arsjad.

Lanjut dia, sebagai pengusaha semua skenario yang ada harus dilihat. Tapi dia tak menegaskan hal itu dalam konteks apa.

"Kalau sebagai pengusaha semua skenario harus kita lihat, dalam membuat suatu keputusan kalau dari sisi pengusaha ada scenario planning. Jadi semuanya harus kita antisipasi abcd gitu. Jadi semua opsi harus kita lihat. Tapi yang paling penting adalah bahwa bagaimana bangsa ini, negara ini bisa memastikan ke depan itu aman dan sejahtera," tambahnya.

(toy/dna)