Dukungan Penuh Dirut buat Erick Thohir Bongkar Korupsi di Garuda Indonesia

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 12 Jan 2022 07:30 WIB
Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) resmi melayani penerbangan internasional, Senin (1/5/2017). Garuda Indonesia jadi maskapai pertama yang melayani penerbangan rute luar negeri di terminal yang sebelumnya bernama Terminal 3 Ultimate tersebut.
Garuda Indonesia/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Proses bersih-bersih di PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk terus dilakukan. Terbaru, Menteri BUMN Erick Thohir membawa bukti-bukti dugaan korupsi pada maskapai pelat merah ini ke Kejaksaan Agung (Kejagung).

Langkah bersih-bersih di Garuda ini didukung Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Bahkan, Irfan menyatakan akan mendukung penuh.

"Sehubungan dengan adanya langkah penyelidikan dari Kejaksaan Agung RI sebagai tindak lanjut atas laporan Menteri BUMN RI Erick Thohir mengenai indikasi korupsi pengadaan pesawat yang terjadi beberapa tahun lalu di Garuda, kami tentunya memastikan akan mendukung penuh penyelidikan tersebut dan akan menindaklanjuti setiap keperluan penyelidikan yang disampaikan sebagai bagian dari upaya penegakan good corporate governance (GCG)," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Selasa (11/1/2021).

Dia mengatakan, Garuda Indonesia berkomitmen mendukung setiap upaya peningkatan transparansi dan akuntabilitas perusahaan dalam setiap aktivitas bisnis.

"Selaras dengan upaya Kementerian BUMN RI untuk memastikan praktik bisnis di lingkungan BUMN sesuai dengan prinsip GCG, hal tersebut yang juga turut menjadi aspek fundamental dalam misi transformasi perusahaan yang tengah kami jalankan saat ini guna menjadikan Garuda sebagai entitas bisnis yang sehat tidak hanya dari sisi kinerja keuangan dan operasional akan tetapi turut ditunjang oleh fondasi tata kelola perusahaan yang juga sehat dan solid dalam mengakselerasikan kinerja usaha ke depannya," paparnya.

Erick Thohir sendiri telah memberikan bukti-bukti terkait dugaan korupsi itu ke Kejagung. Dugaan korupsi ini terkait pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Usai memberikan laporan bukti, Erick mengungkapkan memang ada indikasi korupsi dalam pengadaan pesawat Garuda Indonesia dengan jenis yang berbeda-beda. Untuk hari ini dia melaporkan untuk pengadaan ATR 72-600.

"Tapi secara data memang dalam proses pengadaan pesawatnya, leasing-nya ada indikasi korupsi dengan merek berbeda-beda. Khususnya hari ini ATR 72-600," tuturnya di Kejagung, Selasa (11/1).

Erick mengatakan, hari ini pihaknya memberikan bukti-bukti hasil audit investigasi Garuda Indonesia. Dengan begitu dia menjamin apa yang dilaporkan bukan sekadar tuduhan belaka. "Bukan tuduhan, tapi ada fakta yang diberikan," tegasnya.

Simak Video 'Erick Thohir Laporkan Dugaan Korupsi Garuda ke Kejagung!':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/fdl)