ADVERTISEMENT

Erick soal Garuda: Kebanyakan Pesawat, Rutenya Nggak Ada

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 14:15 WIB
Poster
Menteri BUMN Erick Thohir (Foto: Edi Wahyono)
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir membongkar modus korupsi pengadaan pesawat yang terjadi di dalam tubuh Garuda Indonesia. Dia mengatakan selama ini Garuda terlalu banyak melakukan pengadaan pesawat.

Erick mengatakan setelah didalami manajemen Garuda terdahulu terlalu banyak melakukan pengadaan pesawat tanpa memetakan kegunaan pesawat tersebut. Bahkan, banyak pesawat yang dibeli dahulu baru dicari rutenya.

Padahal menurutnya praktik yang baik adalah pengadaan pesawat justru dilakukan sesuai rute yang sudah ada. Baik jenisnya maupun jumlahnya.

"Setelah kita dalami juga, banyak pembelian ini hanya beli pesawat. Bukan justru rutenya yang dipetakan, baru disesuaikan pesawatnya apa. Jadi, pesawatnya dulu, baru rutenya," ujar Erick dalam kutipan wawancaranya dengan salah satu stasiun TV nasional yang diunggah di akun Instagramnya, @erickthohir, dilansir Kamis (13/1/2022).

Saking terlalu banyaknya melakukan pengadaan pesawat, Erick bilang beban operasional perusahaan jadi membengkak. Buat biaya sewa saja, di maskapai lain umumnya cuma kisaran 8% saja dari total seluruh biaya operasional, di Garuda jumlahnya mencapai 28%.

"Garuda terlalu banyak jenis pesawatnya, sehingga cara operasional lebih mahal," ungkap Erick.

Erick sempat ditanya apakah ada siasat korupsi di balik pengadaan pesawat yang banyak jenisnya itu, dia pun mengakui hal itu.

Yang paling baru adalah indikasi korupsi yang terjadi pada pengadaan pesawat ATR 72. Pihaknya sudah melakukan audit investigasi internal dan kemudian melaporkannya langsung ke Kejaksaan Agung untuk diusut.

"Yang terbaru, ATR72-600 ini indikasinya juga sama seperti sebelum-sebelumnya," pungkas Erick.

Simak video 'Erick soal Adanya Dugaan Korupsi Pesawat Lain: Dimungkinkan':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/dna)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT