Di Depan Dirut, Ganjar Pranowo: Saya Nggak Mau Garuda Bangkrut!

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Kamis, 13 Jan 2022 17:06 WIB
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di Borobudur Edupark, Minggu (9/1/2022).
Foto: (dok. Garuda Indonesia)
Semarang -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk sedang diterpa masalah terbelit utang hingga dugaan korupsi. Dukungan muncul agar maskapai tersebut tidak tumbang atau bangkrut, salah satunya dari Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dukungan itu diungkapkan Ganjar di akhir sambutannya pada acara penerbangan perdana angkutan kargo Garuda Indonesia rute Semarang - Singapura di Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang.

"Saya nggak mau Garuda bangkrut. Harus pertahankan karena ada sejarah yang sangat besar di penerbangan Indonesia," kata Ganjar, Kamis (13/1/2022).

Maka ia mendukung upaya Garuda Indonesia membuka penerbangan kargo di Jawa Tengah karena juga bisa membantu UMKM di Jawa Tengah.

"Sekian space akan diberikan kepada UMKM dengan ongkos didiskon. Tugas kami carikan produk untuk dikirim," kata Ganjar.

Sementara itu Dirut Garuda Irfan Setiaputra juga sempat menyinggung kondisi Garuda Indonesia dalam sambutannya. Saat ini proses PKPU masih ditempuh untuk menyelesaikan masalah utang.

"Perjalanan dengan penumpang karena COVID-19 sangat turun. Ini proses PKPU untuk selesaikan utangnya yang menumpuk," kata Irfan.

Untuk diketahui, kreditur maskapai Garuda Indonesia mengajukan klaim penagihan utang hingga US$ 13,8 miliar dollar atau setara Rp 196,9 triliun (kurs Rp 14.269). Jumlah itu merupakan data yang ada dari tim pengurus Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) Garuda Indonesia sampai 5 Januari 2022.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (11/1/2022), ada lebih dari 470 kreditur yang mengajukan klaim berdasarkan laporan tim PKPU Garuda Indonesia yakni Martin Patrick Nagel dan Jandri Siadari. Untuk selanjutnya, pihaknya akan memverifikasi klaim yang masuk.

Setelah tahapan verifikasi selesai, tim PKPU akan memutuskan secara resmi pada 19 Januari 2022. Hal itu terkait nominal atau jumlah yang valid dan dapat dimasukkan dalam proses restrukturisasi.

(alg/hns)