Mau Brand Asyik, Harus Pake Ngulik

Erika Dyah - detikFinance
Jumat, 14 Jan 2022 20:10 WIB
Sampoerna
Foto: Istimewa
Jakarta -

Membuat brand sendiri terlihat mudah, tapi sebenarnya banyak tantangan. Tentu sudah banyak contoh orang-orang yang sukses dalam industri fashion atas kegigihan mereka sendiri.

Dari produk desainer hingga streetwear, pasaran fashion di Indonesia semakin besar. Bagi yang memiliki passion di bidang tersebut, sekarang waktu yang tepat untuk mencoba usaha baru.

Jumlah brand fashion baru yang muncul sepertinya sudah semakin susah dihitung. Tapi bukan berarti persaingan itu menjadi hambatan buat kamu yang sedang merintis. Diversifikasi merupakan hal yang wajar. Kalau melakukan setiap tahap dengan benar, muncul kemungkinan besar agar brand milikmu akan bertumbuh secara sustainable.

Banyaknya muncul juga berarti banyak runtuhnya brand baru. Hal-hal dasar yang perlu dilakukan cenderung dikesampingkan atas nama upaya kreativitas penemu brand. Industri fashion merupakan sebuah maraton, jadi lari cepat di awal belum menjanjikan kelangsungan yang stabil bagi brand milikmu.

Ada beberapa langkah fundamental yang harus kamu perhatikan, dari awal hingga eksekusi sebagai berikut.

Mengidentifikasi Posisi Unik di Pasaran

Sebuah brand fashion tidak mungkin ditopang oleh kreativitas dan idealisme sang penemu saja. Temukan niche yang tepat di ekosistem pasar fashion dan posisikan brand kamu di situ. Cari sebuah keperluan atau trend yang belum terpenuhi. Hal ini dapat bersifat macam-macam. Apakah pakaian rapi yang harganya terjangkau, bisa juga baju santai yang bersifat baju bepergian yang fungsional. Pilihan dan arahan untuk hal ini tak terbatas. Carilah sebuah kebutuhan produk yang belum dipenuhi oleh brand-brand lain.

Mengenal Target Audience

Langkah ini hampir sejalan dengan langkah pertama. Namun dengan penajaman fokus yang lebih ekstensif. Tujuan kamu bukan hanya mencari produk yang belum ada di pasaran, namun juga mencari apakah ada orang yang cocok dengan karya kamu. Desain yang bagus hanya berarti jika ada orang yang dapat mengapresiasinya. Pikirkan pro dan kontra dari setiap target konsumen kamu. Karena mereka akan bersikap beda satu sama lain.

Pembenahan Branding dari Awal

Jika kamu sudah menentukan arahan brand kamu mau dipasarkan ke siapa. Siapkan keberadaan yang menarik untuk mereka. Hal ini mencakup logo, slogan, unique selling point, dan bahkan metode dan platform komunikasi yang sesuai. Konsumen menghargai sebuah brand yang punya cerita, jadi bangunlah brand kamu dengan visi dan misi yang jelas dan mudah dimengerti. Dengan ini, saat produk kamu siap jual, orang-orang dapat langsung membentuk keterikatan dengan brand kamu.

Produksi dan Marketing

Pastikan dari awal kamu sudah memiliki vendor yang tepat. Tanpa faktor ini sebagus apapun desain yang kamu buat akan susah dieksekusi. Harga, kualitas, dan integritas berkarya harus dijadikan pertimbangan pokok saat kamu memilih vendor produksi. Dan jika barang kamu sudah siap jual, gunakan arahan branding yang telah kamu tentukan diawal untuk berkomunikasi dua arah dengan konsumen kamu. Bicara dengan bahasa mereka, temukan tren yang sejalan dengan gaya hidup mereka. Terus menyatakan keberadaan brand kamu di hidup mereka dan penjualan produk akan menyusul.

Laksanakan Soft Launching

Langkah terakhir ini sebenarnya opsi saja, karena tergantung skala bisnis yang kamu tentukan bisa saja langkah ini tidak cocok. Tapi sebuah soft launching itu penting, karena dengan penyebaran produk secara lingkup tertutup dapat menghasilkan feedback untuk kualitas produk dan meningkatkan penyebaran word of mouth produk kamu.

Secara rangkuman singkat, yang paling penting brand fashion kamu harus punya adalah identitas. Karena melaluinya integritas yang diutarakan oleh brand kamu dapat bersinergi dengan calon konsumen dan pengikut hasil passion kamu ini.



Simak Video "Tips Menampilkan Suatu Produk di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(ads/ads)