ADVERTISEMENT

Top! Produk Peti Mati RI Terbang Sampai ke AS

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 15 Jan 2022 12:30 WIB
Ekspor Peti Mati
Ekspor Peti Mati/Foto: Dok. LPEI
Jakarta -

Purwanto, 42 tahun, punya bisnis yang cukup menarik. Bisnisnya adalah ekspor peti jenazah. Uniknya lagi, peti ini dibuat dari bahan ramah lingkungan, mulai dari rotan, eceng gondok, mendong, rami, pelepah pisang, dan aneka bahan alam lain yang ramah lingkungan. Karena itu, Purwanto menyebutnya green coffin.

Produk seperti itu diminati pasar Eropa hingga Amerika Serikat, negara-negara yang kesadaran terhadap lingkungannya relatif sudah tinggi. Kayu-kayu sebagai rangka penguat peti menggunakan kayu yang sudah memiliki sertifikat SVLK (Sistem Verifikasi Legalitas Kayu), sebagai syarat untuk bisa masuk ke pasar Eropa.

Dari bisnis ini, Purwanto bisa mempekerjakan kurang lebih 100 orang di pabriknya, yang berlokasi di Desa Trangsan, Sukoharjo, Jawa Tengah. Usahanya yang bernama Eco Green, punya pasar tetap di Eropa dan Amerika Serikat.

"Saya memulai bisnis ini pada tahun 2002. Permintaannya terus naik dari tahun ke tahun. Apalagi setelah kami mendapat pendampingan dan pembinaan, juga dibantu mencari pasar dan permodalan" ujarnya ditulis Sabtu (15/1/2022).

Melalui APIKRI, Asosiasi Pengembangan Industri Kerajinan Indonesia, asosiasi di mana Purwanto bergabung, tiap bulan setidaknya 3 kontainer berisi peti mati diekspor. Tiap kontainer bisa memuat 80 peti, sehingga tiap bulan setidaknya terjual 240 buah peti.

APIKRI tidak cuma menampung produksi peti buatan Purwanto. Sebagai asosiasi pengrajin, asosiasi ini juga menjadi penampung produk sejenis buatan produsen seperti Purwanto. Dari bisnis ini, setidaknya sudah ada 3 klaster usaha di Kabupaten Gunung Kidul, Bantul dan Kulon Progo.

Adalah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang membuat ekspor peti ramah lingkungan atau green coffin ini bisa terwujud.

"Sejak tahun 2017 kami mendampingi para pengrajin melalui APIKRI, dan alhamdulillah sejak tahun 2019 para pengrajin sudah bisa mengekspor." kata Corporate Secretary LPEI Chesna F. Anwar.

Lanjut halaman berikutnya soal ekspor peti mati.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT