Program Bus Gratis di Bandung-Surabaya Sempat Dihentikan, Kenapa?

Trio Hamdani - detikFinance
Sabtu, 15 Jan 2022 17:00 WIB
Ilustrasi kampanye Ayo Naik Bus untuk memecah kemacetan.
Ilustrasi/Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada awal tahun ini menghentikan program Teman Bus di lima kota besar, meliputi Makassar, Banjarmasin, Banyumas, Surabaya, dan Bandung.

Program tersebut sementara ini masih gratis. Namun dalam waktu dekat Kemenhub akan mulai memberlakukan tiket berbayar.

Dirjen Hubdat Kemenhub Budi Setiyadi menjelaskan pihaknya menghentikan angkutan massal berbasis jalan dengan skema pembelian layanan (buy the service/BTS) itu lantaran ada perubahan skema lelang dari lelang umum menjadi lelang e-katalog.

"Untuk yang tahun 2021 akhir kemarin adalah perubahan penyesuaian dengan skema lelangnya, tadinya dari lelang umum menjadi lelang yang sifatnya adalah e-katalog, dan untuk melakukan lelang e-katalog ada perlu justifikasi/penyesuaian beberapa persyaratan yang ada sehingga waktu itu sempat kita hentikan sebentar," katanya dalam konferensi pers virtual, Sabtu (15/1/2022).

Penyesuaian itu semula diperkirakan memakan waktu 3-4 minggu. Namun karena ada permintaan dari beberapa daerah yang sudah berkontrak antara beberapa perusahaan atau vendor dengan para pengemudi, Kemenhub meminta proses penyesuaian lelang multiyears itu dipercepat.

Budi menjelaskan pada Jumat (14/1) sore pihaknya sudah mendapatkan progres bahwa lelang untuk lima kota besar yang berasal dari anggaran Ditjen Hubdat sudah bisa dilaksanakan.

"Artinya secara de jure, lima kota besar yang saat itu sempat kita hentikan Makassar, Banjarmasin, Kabupaten Banyumas-Purwokerto, kemudian Surabaya dengan Bandung secara de jure tadi malam sudah bisa melakukan kegiatan atau pelayanan," tuturnya.

Berlanjut ke halaman berikutnya.