Tarif LRT Jabodebek Naik Jadi Rp 15.000!

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 12:12 WIB
LRT Jabodebek tengah diujicoba. Kereta LRT terlihat melintas di Jalan Gatoto Subroto dan melewati flyover lengkung Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (10/1).
LRT Jabodebek/Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Didiek Hartantyo mengatakan tarif LRT Jabodebek naik dari yang awalnya ditetapkan Rp 12.000 menjadi Rp 15.000. Kenaikan ini berkaitan dengan pembengkakkan biaya pembangunan proyek LRT.

Ia mengatakan dana pembangunan proyek membengkak sebanyak Rp 2,6 triliun (cost overrun). Jadi, total investasi LRT Jabodebek bertambah jadi Rp 32,5 triliun naik dari sebelumnya Rp 29,9 triliun

"Ada cost overrun Rp 2,6 triliun karena pergeseran target COD (commercial operation date) yang semula 2019 menjadi 2022, terutama terkait pembebasan lahan di Depo Bekasi Timur," ujarnya dalam diskusi publik mengenai Persiapan Operasional LRT Jabodebek, Selasa (19/1/2022).

Dalam paparannya, Didiek tidak merinci apa saja penyebab kenaikan tarif ini selain molornya operasi LRT Jabodebek dan bertambahnya biaya pembangunan. Ia hanya mengatakan dana tambahan Rp 2,6 triliun itu digunakan untuk meningkatkan biaya pra-operasi, biaya interest during construction (IDC) dan biaya lainnya. Dana tersebut pun tidak bisa dicover oleh pinjaman bank. "Karena sesuai kontrak, cost overrun tidak di-cover oleh pinjaman," ujar dia.

Oleh sebab itu, sesuai Perpres nomor 49 tahun 2017, PT KAI menerima dana dalam bentuk Penyertaan Modal Negara (PMN) yang digunakan untuk memenuhi cost overrun. PMN yang diterima KAI pada Desember 2021 senilai Rp 2,6 triliun.

"Dengan dukungan pemerintah melalui tambahan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 2,6 triliun berdasarkan PP No. 119 tahun 2021 diharapkan penyelesaian proyek dapat segera terwujud sesuai dengan target operasi pada Agustus 2022," tutupnya.

Sebagai informasi, dalam catatan detikcom Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pernah mengatakan bahwa tarif LRT Jabodebek Rp 12 ribu. Tarif itu menurutnya sudah mendapatkan subsidi, artinya tarif sesungguhnya lebih mahal dari Rp 12 ribu.

"Perkiraannya (tarif LRT Jabodebek) Rp 12.000. Itu sudah subsidi ya, untuk Cibubur sampai Dukuh Atas," ungkap Budi Karya, di Stasiun LRT Harjamukti, Cibubur, Minggu (13/10/2019).

Simak video 'Melihat Gerbong LRT Melintas di Jalur Gatot Soebroto':

[Gambas:Video 20detik]



(fdl/fdl)