Sri Mulyani Pede Pertumbuhan Ekonomi 4% di 2021, Ini Alasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 19 Jan 2022 15:26 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2021 bisa 4%. Hal itu diharapkan bisa tercapai karena proyeksi di kuartal IV-2021 diyakini bisa 5%.

"Kita optimis di kuartal IV-2021 pertumbuhan akan recovery cukup kuat, beberapa indikator estimasi dari BKF ada di sekitar 5%. Jadi kalau kuartal IV kita di 5%, kita berharap keseluruhan tahun pertumbuhan akan di sekitar 4%," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (19/1/2022).

Sri Mulyani menyebut prediksi itu diperkuat oleh berbagai indikator yang sudah menunjukkan pemulihan.

"Mungkin nanti kita lihat begitu BPS menyampaikan angka kuartal IV karena konsumsi very strong, investment juga menunjukkan suatu pemulihan, tadi kredit growth juga recover sangat tinggi dan belanja pemerintah pusat-daerah sangat kuat," jelas Sri Mulyani.

Pelaksanaan APBN 2021 ditutup dengan hasil yang cukup positif. Pendapatan negara tumbuh 21,6% dibanding tahun lalu atau mencapai Rp 2.003,1 triliun.

Penerimaan pajak juga berhasil memecahkan rekor dari 12 tahun yang tak pernah tercapai, pada 2021 bisa melonjak 19,2%. Dari target Rp 1.229,6 triliun, realisasinya jadi Rp 1.277,5 triliun.

Konsumsi rumah tangga juga menguat, termasuk di kategori transportasi dan leisure yang sempat tertahan akibat varian Delta di kuartal III. Aktivitas investasi turut meningkat seiring membaiknya rantai pasok dan penyelesaian proyek strategis nasional (PSN).

"Ini kita anggap akan memberikan dampak pada growth performance di kuartal IV yang kemudian menyebabkan keseluruhan tahun akan cukup baik," ujar Sri Mulyani.

(aid/ara)