Kenapa 5G Bahayakan Penerbangan? Bos Maskapai Raksasa Buka Suara

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 10:04 WIB
Airplanes side by side in airport
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/gerenme

Pilot Terganggu

Aturan baru itu dapat mencegah pesawat mencapai beberapa bandara dalam keadaan tertentu, karena pilot tidak dapat mendarat tanpa menggunakan sejumlah instrumen yang terganggu akibat kuatnya pancaran signal 5G di sekitar antena.

"Kami menyadari masalah 5G. Oke. Kami sadar bahwa semua orang mencoba meluncurkan 5G karena ini adalah masa depan yang sangat keren dari apa pun itu komunikasi dan aliran informasi. Kami tidak menyadari bahwa kekuatan antena di Amerika Serikat telah dua kali lipat dibandingkan dengan apa yang terjadi di tempat lain," jelas Clark.

Kami tidak menyadari bahwa antena itu sendiri telah ditempatkan pada posisi vertikal daripada posisi sedikit miring, yang kemudian secara bersama-sama membahayakan tidak hanya sistem radio altimeter tetapi juga penerbangan sistem kontrol pesawat terbang dengan kabel," tambahnya lagi.

Melihat kondisi ini, perusahaan telekomunikasi AT&T dan Verizon keduanya mengumumkan pada Selasa (18/1) kemarin bahwa mereka akan menunda pengaktifan 5G di beberapa menara di sekitar bandara tertentu. Selanjutnya mereka akan melakukan peluncuran teknologi nirkabel di dekat bandara-bandara utama dan telah dijadwalkan pada Rabu (19/1) kemarin.

"Kami frustrasi dengan ketidakmampuan FAA untuk melakukan apa yang telah dilakukan hampir 40 negara, yaitu menyebarkan teknologi 5G dengan aman tanpa mengganggu layanan penerbangan, dan kami mendesaknya untuk melakukannya tepat waktu," kata juru bicara AT&T, Megan Ketterer.

Di sisi lain, pemerintahan Biden juga menyambut baik penundaan pengaktifan 5G di sekitar bandara yang dilakukan oleh perusahaan telekomunikasi ini. Hal ini menunjukkan betapa seriusnya permasalahan penerapan infrastruktur 5G di sekitar bandara.

"perjanjian itu (penundaan pengaktifan 5G di sekitar bandara) akan menghindari gangguan yang berpotensi menghancurkan perjalanan penumpang, operasi kargo, dan pemulihan ekonomi kami, sementara memungkinkan lebih dari 90% penyebaran menara nirkabel terjadi sesuai jadwal," katanya dalam sebuah pernyataan.


(ara/ara)