Gendeng! Nama Pangeran Harry dan Meghan Dicatut Investasi Bodong

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 20 Jan 2022 21:30 WIB
Prince Harry and Meghan Markle, Duke and Duchess of Sussex, speak during the Global Citizen festival, Saturday, Sept. 25, 2021, in New York. (AP Photo/Stefan Jeremiah)
Foto: AP/Stefan Jeremiah
Jakarta -

Nama Pangeran Harry dan Meghan dimanfaatkan oknum tak bertanggung jawab untuk mempromosikan investasi bodong. Penipuan investasi itu dilakukan juga menawarkan investasi di Bitcoin.

Melansir BBC, Kamis (20/1/2022), oknum tersebut memanfaatkan foto dan wawancara palsu dengan Pangeran Harry dan Meghan serta selebriti lainnya untuk menarik investor melalui media sosial.

The Financial Conduct Authority (FCA) mengatakan kejadian itu membuat mereka meningkatkan pengawasan terkait penawaran investasi melalui media sosial.

Adapun jumlah konsumen yang telah melakukan pelaporan terkait penipuan investasi kepada otoritas telah meningkat lebih dari 400% dalam lima tahun.

Menurut data FCA di 2021, ada lebih dari 34.000 laporan dari konsumen dengan kecurigaan tentang kemungkinan penipuan penawaran investasi. Pada 2016 hanya sebesar 8.000.

"Orang-orang harus sangat berhati-hati ketika mereka melihat iklan investasi yang menawarkan keuntungan tinggi, bahkan jika itu tampaknya didukung oleh selebriti," kata juru bicara regulator jasa keuangan.

Otoritas memperingatkan kekhawatiran yang berkembang tentang penipuan investasi yang menawarkan iming-iming keuntungan besar melalui media sosial atau mesin pencari seperti Google.

Wawancara palsu dengan Pangeran Harry dan Meghan sebelumnya telah digunakan dalam iklan investasi. Modus baru menggunakan nama mereka dalam artikel online yang menjanjikan keuntungan instan. Kemudian dibagikan di platform media sosial.

Beberapa artikel yang dimanfaatkan itu seolah dibuat bahwa pasangan dari Kerajaan Inggris tersebut mendukung skema investasi yang terkait dengan Bitcoin dan perdagangan mata uang kripto.

Beberapa artikel online juga dimanfaatkan sebagai klaim palsu tentang dukungan tokoh kaya lainnya, termasuk Bill Gates, Sir Richard Branson dan Mark Zuckerberg.

Artikel investasi, yang ditemukan oleh FCA, tampaknya ditautkan ke situs web di Eropa Timur.

FCA ingin konsumen lebih waspada terhadap ancaman penipuan dan untuk memeriksa apakah sebuah perusahaan terdaftar di Inggris dan terdaftar di layanan keuangan.

"Jika tidak, Anda sangat tidak mungkin memiliki perlindungan jika terjadi kesalahan," kata juru bicara FCA.

(das/dna)