Camilan Oh Camilan, Kenapa Kok Kian Lama Ukurannya Makin Kecil Ya?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 21 Jan 2022 10:52 WIB
Contoh snack atau makanan ringan yang ukurannya mengecil
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta -

Pernahkah detikers merasa ukuran makanan ringan atau camilan masa anak-anak sekarang makin mengecil? Coba perhatikan!

Untuk detikers generasi 90an dan tahun 2000an pasti tidak asing dengan jajanan seperti Momogi, Pilus Garuda, Kacang Sukro, Bengbeng, Top, Chiki Ball, Chitato, Taro, Choki-choki, Gery Chocolatos sampai Richeese dengan berbagai varian.

Dari penelusuran detikcom, beberapa produk ini memang mengalami penyusutan pada ukuran kemasan dan isinya. Tapi masih ada beberapa produk yang ukurannya masih cukup besar, namun harganya mengalami kenaikan.

detikcom mengambil contoh jajanan, Momogi rasa Tutti Frutti yang beli saat ini berat bersihnya tercatat 5 gram. Harganya Rp 500 per bungkusnya, sangat terjangkau untuk anak-anak.

Kemudian, wafer Top varian black n white dengan berat bersih 9 gram dan harga Rp 500 per bungkus.

Contoh snack atau makanan ringan yang ukurannya mengecilContoh snack atau makanan ringan yang ukurannya mengecil Foto: Sylke Febrina Laucereno

Kedua produk ini hampir memiliki ukuran yang serupa. Yaitu seukuran jempol atau ibu jari tangan.

Dari berbagai sumber, pada awal tahun 2000an berat bersih makanan ringan Momogi berada di 14 gram. Kemudian untuk Top varian black n white memang memiliki beberapa ukuran yaitu 9 gram dan 13 gram.

Kira-kira kenapa ya makanan-makanan ringan ini ukurannya semakin mengecil? Apakah inflasi membuat produsen menyesuaikan ukurannya atau memang kita saja yang semakin dewasa?

(kil/eds)