Geger Minyak Goreng Ludes, Wapres Wanti-wanti Mendag!

Danang Sugianto, Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 21 Jan 2022 14:58 WIB
Wapres Maruf Amin (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Foto: Wapres Ma'ruf Amin (Foto: Tangkapan layar YouTube Setpres)
Jakarta -

Harga minyak goreng kemasan sederhana maupun premium telah dipatok Rp 14.000/liter mulai Rabu (19/1/2022). Namun, saking antusiasnya masyarakat, minyak goreng justru diburu hingga langka.

Fenomena masyarakat berburu minyak goreng terlihat di beberapa minimarket, hingga rak-rak dagangan kosong. Wakil Presiden Ma'ruf Amin pun akan memerintahkan Menteri Perdagangan (Mendag) segera operasi pasar guna mengatasi masalah tersebut.

"Oke, saya minta Menteri Perdagangan nanti supaya melakukan operasi pasar, supaya jangan ada kesulitan untuk mencari minyak goreng," tegas Ma'ruf dikutip dari BPMI Setwapres, Kamis (20/1/2022).

Masyarakat pun heboh gara-garap minyak goreng di minimarket kosong, hingga menumpahkannya lewat media sosial.

"Abis Sholat Jum'at di Masjid, gue lagi belanja di minimarket. Tiba-tiba, semua minyak goreng langsung cepet SO semua. Padahal harga minyak goreng yang sekarang (sejak Rabu, 19 Januari 2022) jadi Rp 14.000/per 1 liter," kata akun @War*****, dikutip Jumat (21/1/2022).

Sulitnya mendapatkan minyak goreng juga dikeluhkan ibu-ibu yang berbelanja di minimarket. Keluhan itu diunggah oleh ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di kawasan Pondok Cabe, Tangerang Selatan.

"Butuh minyak di minimarket kosong gegara panic buying," tulisnya di status Whatsapp.

Sementara itu Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan minyak goreng kosonf lantaran masyarakat memborong minyak goreng di minimarket. Padahal pasokan berjalan normal untuk ritel modern.

"Ini masyarakat yang keras, pasokannya normal untuk ritel modern. Kita coba tambah, jangan seperti biasanya. Tapi ini masyarakat yang keras, apapun ceritanya kalau masyarakat keras jadi seperti itu. Diumumkan anak-cucu ngantre," katanya kepada detikcom, Jumat (21/1/2022).

Oke mengingatkan masyarakat tidak buru-buru membeli dan takut kehabisan, karena kebijakan ini berlangsung enam bulan. Oke menduga kepanikan terjadi karena stok minyak goreng di pasar Rp 14.000/liter belum tersedia.

"Jadi seolah-olah ini akan habis. Saya juga nggak paham itu mau dikemanakan, atau mau dipakai, dijual. Nggak usah khawatir ini berjalan enam bulan akan terus ada," ujarnya," tambahnya.

(hns/hns)