Jangan Ditiru! Begini Modus Pembeli Timbun Minyak Goreng

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 21 Jan 2022 15:42 WIB
MInyak Goreng
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Jakarta -

Kebijakan minyak goreng satu harga Rp 14.000/liter diikuti aksi panic buying alias membeli secara berlebihan. Hal itu terlihat dari stok tersebut yang kosong di beberapa ritel.

Di Alfamidi Kramat Pela, Kebayoran, Jakarta Selatan, rak minyak goreng kemasan Rp 14.000/liter kosong karena sudah diborong. Hanya ada minyak kedelai, minyak jagung, dan minyak goreng dari kelapa.

"(Minyak goreng Rp 14.000/liter) kosong, sudah diborong semua hari itu juga (Rabu), dihabisin sama ibu-ibu," kata pegawai toko bernama Indra saat ditemui detikcom, Jumat (21/1/2022).

Padahal pihak ritel sudah membatasi pembelian minyak goreng maksimal 1 kemasan per orang. Sayangnya ada saja cara yang dilakukan pembeli demi mendapat banyak minyak goreng Rp 14.000/liter. "Dibatasin 1 orang 1 (kemasan). Ya tau sendiri nanti bapaknya datang, emaknya datang," bebernya.

Di Indomaret Cendrawasih, Ciputat, rak minyak goreng kemasan Rp 14.000/liter juga kosong tidak ditemui. Penjaga toko mengatakan barang tersebut sudah ludes dibeli warga sekitar. "Dibatasin 1 orang maksimal 2. Tapi banyak ibu-ibu sini beli. Seharian habis 10 karton yang 2 liter (60pcs)," kata Dimas.

Dimas menceritakan drama rebutan minyak goreng yang terjadi antara emak-emak. Saat kebijakan itu diterapkan pertama kali pada Rabu (19/1), toko tempatnya bekerja diakui banyak didatangi calon pembeli.

"Pas hari pertama kebijakan itu pada rebutan satu sama lain, eh salah satu ada yang nggak dapet. Tangannya udah ada yang nempel duluan, ya mau nggak mau ada yang belakangan harus ngalah," tuturnya.

Untungnya emak-emak tersebut tidak sampai cekcok karena ada yang tidak dapat minyak goreng Rp 14.000/liter. "Nggak sampai bertengkar karena orang kampung sini, pada kenal," tandasnya.

(aid/fdl)