Kelakar Sri Mulyani Sering Tes COVID: Hidung Saya Bolongnya Lebih Gede

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 16:05 WIB
Poster
Menteri Keuangan Sri Mulyani/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berkelakar bahwa lubang hidungnya kemungkinan lebih besar karena sering dicolok buat keperluan tes PCR COVID-19. Hal itu untuk menjawab DPD RI yang meminta agar tes PCR dihapus.

"Cukup rapid aja gitu Bu karena kami besok mau ke Bengkulu nih Bu, nggak sampai 2 hari lah ditusuk lagi hidung, itu aja udah sakit gitu Bu," kata Ketua Komite IV DPD RI Elviana dalam rapat kerja, Senin (24/1/2022).

"Saya ngerti banget orang saya hampir tiap hari ditusuk hidungnya juga. Jadi kalau mau ke DPR, DPD, ke presiden, saya tiap hari (ditusuk hidungnya). Jadi hidung saya bolongnya udah agak lebih gede kali hahaha," kata Sri Mulyani diikuti ketawa peserta rapat.

Sri Mulyani menjelaskan tes PCR COVID-19 merupakan persoalan dalam pandemi global yang harus ada namanya minimum testing. Hal itu mengikuti standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Jadi kita nggak boleh mengatakan Indonesia baik-baik aja, udah nggak ada COVID, atau kalau sudah ada COVID kita cuma flu 2 hari nggak masuk rumah sakit. Karena ini adalah pandemi menyangkut kriteria global, maka memang penanganannya ada standar WHO," jelasnya.

Meskipun ada yang diuntungkan dari situasi ini, dalam menangani pandemi COVID-19 disebut harus ada minimum testing, tracing, dan treatment agar Indonesia sebagai negara besar dipercaya oleh negara lain.

"Kalau negara Indonesia segede ini nggak punya sistem dan nggak mengikuti, nanti kredibilitas dan orang nggak percaya sama Indonesia bahwa data Indonesia yang kena cuma 1.000, belum tentu juga barangkali ada jutaan, kan kayak gitu," imbuhnya.



Simak Video "Sri Mulyani soal Subsidi Rp 350 T: Agar Harga Listrik-BBM Tak Naik"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)