Pastikan Harga Pangan Stabil, Airlangga Tinjau Operasi Pasar di Bintan

Erika Dyah - detikFinance
Senin, 24 Jan 2022 20:14 WIB
Operasi pasar terus digencarkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat Indonesia.
Foto: Kemenko Perekonomian
Jakarta -

Operasi pasar terus digencarkan pemerintah untuk menjaga ketersediaan stok dan keterjangkauan harga bahan pangan bagi masyarakat Indonesia. Setelah sebelumnya digelar di Bali, Bogor, dan Surabaya, kali ini operasi pasar dilakukan di Bintan, Kepulauan Riau.

Diketahui, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ikut meninjau pelaksanaan operasi pasar dan berdialog langsung dengan pedagang serta pembeli di Pasar Barek Motor Kijang, Bintan.

Terkait perkembangan bisnis para pedagang di pasar tradisional tersebut, Airlangga mengungkap para pedagang masih merasa optimis usahanya bakal terus berjalan, apalagi pasar tradisional masih menjadi pilihan utama masyarakat di Kabupaten Bintan.

"Saya meninjau pasar kali ini, salah satunya untuk memastikan harga minyak goreng, dan saya lihat sendiri minyak goreng sudah dijual di harga Rp 14 ribu. Juga harga beras dan gula pasir yang tergolong cukup murah," jelas Airlangga dalam keterangan tertulis, Senin (24/1/2022).

Airlangga mengurai beberapa komoditas yang dijual dengan harga terjangkau pada kegiatan ini. Mulai dari beras, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, cabai merah keriting, cabai rawit hijau, telur ayam ras, tepung sagu, daging ayam beku, dan gula pasir.

Sementara itu, lanjutnya, komoditas bawang putih dijual Rp 27 ribu/kg. Lebih murah jika dibandingkan harga rata-rata per 24 Januari 2022 di Provinsi Kepri yakni sebesar Rp 29.850/kg (berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional).

Dalam operasi pasar kali ini, Toko Tani Indonesia Center menyediakan komoditas berupa beras segar TTI 500kg, beras premium gurindam 500 kg, telur ayam 50 tray, bawang merah 50 kg, bawang putih 50 kg, kentang 30 kg, gula pasir curah 100 kg, cabai keriting merah 50 kg, cabai rawit hijau 10 kg, tepung sagu 50 kg, daging ayam beku 15 kg, dan bawang merah birma 15 kg.

Sementara itu, Bulog menyediakan beras premium 1 ton, beras medium CBP 500 kg, minyak goreng 1.000 liter, gula 1 ton, daging kerbau 50 kg, dan tepung terigu 100kg.

"Kita akan jaga suplainya supaya harganya tidak naik kembali. Kalau ada barang, harga tidak akan naik," tegasnya.

Pada kesempatan ini, Airlangga juga menyempatkan diri berkeliling di area Pasar Barek Motor Kijang untuk berbincang singkat dengan ibu-ibu yang sedang membeli bahan pangan dan beberapa pedagang.

Ia pun menyaksikan penyerahan bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara simbolis dari BNI kepada tiga perwakilan pedagang pasar. Airlangga berharap KUR ini dapat membantu permodalan usaha para pedagang agar tetap bisa bertahan meskipun di tengah pandemi COVID-19.

"Pemerintah memberikan subsidi sebesar 3% dari suku bunga KUR pada 6 bulan pertama tahun ini. Ini jadi kesempatan bagi para pedagang maupun UMKM untuk mendapatkan KUR. Tahun ini plafonnya juga naik dari Rp 285 triliun menjadi Rp 373 triliun," pungkasnya.

Sebagai informasi, gelaran operasi pasar ini terselenggara atas kerja sama Kemenko Perekonomian, Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Bulog, BNI, Pemerintah Provinsi Kepri, Pemerintah Kabupaten Bintan, PT Musim Mas, dan Pasar Mitra Tani. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wakil Menteri Perdagangan, Gubernur Kepri, para Pejabat Eselon I di lingkungan K/L terkait, Bupati Bintan, dan perwakilan Direksi BNI.



Simak Video "Anggaran Rp 451 Triliun Disiapkan untuk Pemulihan Ekonomi 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(akn/hns)