Bayar Lahan 58 Proyek Strategis, LMAN Dapat Alokasi Rp 28,8 T

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 25 Jan 2022 15:59 WIB
Progres pembangunan Rumah Susun Sewa Tingkat Tinggi (RTT) Pasar Rumput terus dikebut. Rencananya proyek tersebut akan selesai pada akhir 2018.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Lembaga Manajemen Aset Negara (LMAN) mendapatkan alokasi Rp 28,840 triliun dari kas negara untuk pendanaan lahan 58 proyek strategis nasional (PSN) di 2022. Mayoritas pembiayaan buat proyek yang sudah berjalan dari tahun sebelumnya.

"2022 berapa alokasi APBN kepada LMAN untuk pendanaan lahan PSN? Total kami akan mendapatkan jumlah yang lebih besar lagi yaitu Rp 28,840 triliun," kata Direktur Utama LMAN Basuki Purwadi dalam konferensi pers virtual, Selasa (25/1/2022).

Lebih rinci dijelaskan pendanaan lahan tersebut akan dipecah menjadi 3 sektor yakni Rp 24,09 triliun untuk pendanaan 34 proyek jalan tol, Rp 4,45 triliun untuk 23 proyek sumber daya air, dan Rp 297 miliar untuk 1 pelabuhan khusus Patimban.

"Ini artinya pembangunan infrastruktur ke depan tetap jadi prioritas. Rp 28,840 triliun bukan angka yang sedikit di tengah APBN harus memikirkan bagaimana masalah kesehatan, pendidikan," tuturnya.

Untuk jalan tol, terbesar dialokasikan buat ruas Solo-Yogyakarta-Kulon Progo yakni sebesar Rp 5 triliun dan Yogyakarta-Bawen Rp 1,8 triliun.

"Meskipun kita punya dana Rp 28,840 triliun dan terbagi-bagi untuk beberapa sektor, ingat LMAN itu BLU (Badan Layanan Umum), dia punya fleksibilitas jadi uang yang ada ini tidak harus buat jalan tol A, B. Kalau ada yang butuh itu bisa digeser, sesuai kebutuhan mana yang lebih cepat menyerap, mana yang butuh cepat," kata Direktur Pengadaan dan Pendanaan Lahan LMAN Qoswara.

Untuk Sumber Daya Air, terbesar adalah buat Bendungan Karian yakni Rp 640 miliar dan Bendungan Irigasi Gumbasa di Sulawesi Tengah sebesar Rp 1 triliunan. "Ini proyek baru," imbuhnya.

Kinerja 2021

Sepanjang 2021, LMAN telah menyalurkan pembayaran pendanaan lahan PSN sebesar Rp 22,8 triliun. Jumlah tersebut merupakan capaian realisasi pendanaan lahan tertinggi sepanjang LMAN mendapat tugas.

"Jadi di tahun-tahun sebelumnya 2016-2020, ini lah capaian tertinggi yang hampir sama dengan 2018 kalau nggak salah itu Rp 21 triliunan. Antara 2020-2021 kita mengalami kenaikan sekitar 14,54% untuk realisasi pendanaan lahan" kata Basuki.

Selama 2021, yang mengalami lonjakan tertinggi untuk pembayaran PSN adalah sektor bendungan dan irigasi. Kenaikan pendanaan lahan pada bendungan dibanding tahun sebelumnya sekitar 250%, sementara irigasi kenaikannya mencapai lebih dari 300%.

"Itu kenapa dalam pemberitaan setahun terakhir banyak diresmikan bendungan dan irigasi. Jalan tol tetap mengambil porsi yang terbesar, tetapi bendungan dan irigasi mengalami peningkatan," tandasnya.

(aid/dna)