Inspiratif! Tak Hanya Kejar Cuan, UMKM Ini Ikut Peduli Lingkungan

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 09:50 WIB
UMKM mitra Tokopedia
Foto: dok. Tokopedia
Jakarta -

UMKM asal Semarang menyediakan produk berupa kantong belanja dan sedotan yang ramah lingkungan. Berbeda dari produk lain di pasaran, kantong belanja dan sedotan dari UMKM bernama Bukan Plastik ini dibuat menggunakan material organik yang ramah lingkungan, seperti ketela dan bambu.

Owner Bukan Plastik Aisa Putri Wibowo mengatakan, Bukan Plastik berdiri pada April 2020 lalu. Usaha tersebut berawal dari kegemaran membaca sejak kecil dan kesadaran akan pentingnya melestarikan bumi. Ia pun ingin mengajak masyarakat maupun pegiat usaha lainnya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

"Dalam pembuatan kantong, kami menggunakan material saripati ketela yang dapat mudah terurai di tanah dalam waktu 180 hari. Sedangkan untuk pengganti sedotan kami memakai bambu yang dibuat secara manual," jelas dalam sebuah keterangan tertulis, Rabu (26/1/2022).

Untuk menyebarkan semangat cinta lingkungan, Aisa memperluas pasar dengan bergabung bersama e-commerce Tokopedia. Menurut Aisa, kehadiran platform digital seperti Tokopedia membantu Bukan Plastik mengajak lebih banyak masyarakat menggunakan produk yang lebih ramah lingkungan.

"Lewat Tokopedia, ribuan lembar kantong belanja Bukan Plastik terjual setiap bulannya dan penjualan kami meningkat hingga 10x lipat bahkan telah menjangkau wilayah Gorontalo," tutur dia.

UMKM mitra TokopediaUMKM mitra Tokopedia Foto: dok. Tokopedia

UMKM lainnya, yakni Batik Mahkota Laweyan dari Surakarta. Usaha tersebut dibangun oleh Alpha Febela pada 2005, atau tepatnya satu tahun setelah hadirnya Kampoeng Batik Laweyan.

Adapun produk yang menjadi unggulan di perusahaan keluarga yang telah ada sejak tahun 1960-an ini yaitu batik tulis motif abstrak. Alpha mengatakan produk Batik Mahkota Laweyan kini sudah ber-SNI, bahkan beberapa motif sudah didaftarkan untuk mendapatkan HAKI.

"Kami juga sudah menggunakan sistem IPAL untuk menjaga air tanah tetap berkualitas bagus sebagai upaya menghindari pencemaran lingkungan yang berasal dari limbah batik kami," terang dia.

Dikatakannya, platform digital seperti Tokopedia sangat membantu perkembangan usahanya. Sehingga penjualan produk Batik Mahkota Laweyan naik 2x lipat jika dibandingkan dengan sebelum pandemi.

"Kami memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pembatik dan juga penjahit. Kami berharap dapat memperluas jangkauan pasar ke seluruh Indonesia melalui Tokopedia, dapat memulihkan ekonomi masyarakat sekitar, dan juga terus konsisten menjaga kelestarian lingkungan," tandasnya.

Sementara itu External Communications Senior Lead Tokopedia, Ekhel Chandra Wijaya mengatakan pihaknya turut mengajak dan mendukung masyarakat Indonesia dalam berperan aktif menjaga lingkungan, salah satunya dengan membantu UMKM seperti Bukan Plastik dan Batik Mahkota Laweyan.

"Tokopedia #SelaluAdaSelaluBisa mengajak dan mendukung masyarakat Indonesia dalam berperan aktif menjaga lingkungan, salah satunya dengan memberikan panggung bagi para pegiat usaha lokal yang mengusung produk atau inisiatif ramah lingkungan," pungkasnya.



Simak Video "Go Digital, Pasar Tradisional di Jawa Barat Jangkau Pelanggan Hingga Papua"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/ega)