Hari Pertama Dapat 'Limpahan' dari Halim, Begini Kondisi Bandara Pondok Cabe

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 11:12 WIB
Bandara Pondok Cabe/Anisa Indraini-detikcom
Foto: Bandara Pondok Cabe/Anisa Indraini-detikcom
Jakarta -

Bandara Halim Perdanakusuma ditutup sementara dalam rangka revitalisasi mulai hari ini, 26 Januari 2022. Sejumlah maskapai sudah memindahkan pesawatnya ke bandara pengganti salah satunya Bandara Pondok Cabe.

Berdasarkan pantauan detikcom di sekitar Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan, banyak pesawat terparkir di halaman lepas landas seperti Travira Air, Pelita Air, Premi Air, Jhonlin, dan Susi Air.

Sepanjang pantauan, terlihat pesawat Pelita Air wira-wiri sebelum akhirnya lepas landas sekitar pukul 09.45 WIB. Sementara yang lainnya terpantau masih hanya parkir saja.

"Semua pesawat ATR baik yang berjadwal maupun tidak berjadwal (charter) dipindahkan ke Pondok Cabe," kata Juru Bicara Kementerian Perhubungan Adita Irawati kepada detikcom, Rabu (26/1/2022).

Saat ingin masuk melihat lebih dekat kesibukan Bandara Pondok Cabe, sayangnya awak media tidak diperbolehkan masuk untuk meliput dengan alasan kawasan terbatas wajib militer. "Meskipun sudah ada yang berjadwal, tapi masih terbatas hanya untuk penerbangan angkatan darat, laut, udara," kata salah satu petugas.

Dengan adanya limpahan penerbangan dari Bandara Halim, Bandara Pondok Cabe terlihat lebih sibuk di mana banyak kendaraan lalu lalang baik untuk antar maupun jemput. Meski begitu, suasananya disebut belum terlalu berbeda jauh dibanding sebelumnya.

"Masih sama aja sih belum terlalu terlihat (perbedaannya)," imbuhnya.

Untuk diketahui, Bandara Halim akan direvitalisasi untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan penerbangan. Rencananya proses ini akan memakan waktu selama 3,5 bulan.

Selain penerbangan dilimpahkan ke Bandara Pondok Cabe, ada bandara penerima lainnya yaitu Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati (Majalengka), dan Bandara Budiarto (Tangerang).

"Tim ORAT (Operation Readiness and Airport Transfer) bersama stakeholder antara lain Kementerian Perhubungan, Kantor Otoritas Bandara Wilayah I, AirNav Indonesia, maskapai dan ground handling telah menyusun skenario perpindahan sejak sekitar dua bulan lalu," ujar President Director of AP II Muhammad Awaluddin dalam keterangan tertulis.

Simak Video 'Penampakan Sepinya Bandara Halim yang Ditutup untuk Revitalisasi':

[Gambas:Video 20detik]



(aid/zlf)