Peluang Bisnis Inspeksi Masih Lebar, Begini Prospeknya

Trio Hamdani - detikFinance
Rabu, 26 Jan 2022 15:20 WIB
Ilustrasi Bisnis
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Asosiasi Perusahaan Inspeksi Teknik Indonesia (Apitindo) menilai bahwa bisnis inspeksi di sektor energi baik minyak dan gas bumi (migas) maupun energi baru terbarukan, sektor manufaktur, telekomunikasi, dan sektor lainnya ke depan masih cukup besar yang akan menjadi peluang bagi anggota asosiasi ini.

Ketua Umum Badan Pengurus Nasional (BPN) Apitindo Periode 2021 - 2024 Darwin Abas menjelaskan bahwa anggota Apitindo akan bekerja sama dengan baik agar asosiasi ini semakin maju dan memberikan manfaat lebih besar kepada seluruh anggotanya.

Menurutnya, saat ini pemerintah mencanangkan target produksi (lifting) minyak mentah sebesar 1 juta barel per hari (bph) pada tahun 2030. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga menargetkan bauran energi baru dan terbarukan (EBT) sebesar 23% pada 2025 dengan proyeksi potensi energi bersih mencapai 415 gigawatt (GW).

Darwin menambahkan, Indonesia juga memiliki sektor manufaktur terbesar di ASEAN dengan kontribusi 20,27% pada perekonomian skala nasional. Secara global, sektor manufaktur Indonesia di peringkat ke-9 di dunia. Pemerintah, katanya, juga mendorong peningkatan nilai tambah sumber daya alam. Target investasi sektor energi pada 2022 sebesar US$17 miliar naik dibandingkan dengan realisasi 2021 sebesar US$15,9 miliar.

"Berdasarkan kondisi di atas tentu sangat menarik terkait dengan peluang bisnis jasa inspeksi dan tentu menjadi peluang bagi anggota Apitindo. Kami meyakini pandemi menjadi pelajaran berharga bagi Apitindo dalam menjalankan bisnis. Ke depan juga kita akan menghadapi banyak tantangan seperti tenaga kerja dari luar dan masuknya perusahaan sejenis dari luar ke dalam negeri," ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara Pelantikan BPN Apitindo Periode 2021 - 2024 di Graha SUCOFINDO, Senin (24/1/2022).

Dalam pelantikan BPN Apitindo 2021 - 2024, Ketua Umum juga membacakan ikrar kepada seluruh anggota masa bakti 2021 - 2024.

Darwin menuturkan, pihaknya akan fokus dalam membangun sinergi dan kolaborasi seluruh anggota untuk memperkuat posisi Apitindo. "Apitindo menjadi penting keberadaannya untuk mendukung ekonomi nasional dengan mengedepankan layanan berkualitas dan independensi."

Selain itu, Dawin akan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) seluruh anggota Apitindo agar menjadi SDM handal dan unggul. "Apitindo memiliki anggota sekitar 300 perusahaan sehingga menjadi kekuatan cukup besar untuk memperbaiki nilai jual dan dapat dihargai dan dipahami oleh mitra di sektor migas, manufaktur, teknologi dan informasi (TI), telekomunikasi, dan sektor lainnya. Apitindo berpeluang untuk mendapatkan peluang lebih baik lagi" ujar Darwin yang juga menjadi Direktur Komersial SUCOFINDO.