Krisis Chip Global Berkepanjangan, Industri Mobil-HP Kelimpungan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 09:49 WIB
chip grafis
Ilustrasi/Foto: istimewa
Jakarta -

Stok perangkat semikonduktor alias chip terus berkurang. Sebuah survei terhadap lebih dari 150 perusahaan di Amerika Serikat menemukan bahwa pasokan telah turun dari rata-rata 40 hari pada 2019 menjadi hanya lima hari pada akhir 2021.

Dilansir dari BBC, Kamis (27/1/2022), penjualan perangkat melonjak selama pandemi, membuat produsen semikonduktor berjuang untuk memenuhi permintaan.

Kekurangan tersebut telah mengakibatkan gangguan besar bagi industri-industri besar. Apalagi, jutaan produk mulai dari mobil, mesin cuci, smartphone, dan lainnya mengandalkan chip ini.

"Dengan permintaan yang meroket dan pemanfaatan penuh fasilitas manufaktur yang ada, jelas satu-satunya solusi untuk mengatasi krisis ini dalam jangka panjang adalah membangun kembali kemampuan manufaktur domestik kita," ungkap Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo.

Penelitian ini juga menemukan bahwa permintaan semikonduktor meningkat 17% tahun lalu dibandingkan tahun 2019.

Sementara itu, anggota parlemen Demokrat di AS pada hari Selasa meluncurkan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan daya saing AS dengan China untuk produksi dan penelitian semikonduktor. Rancangan undang-undang itu telah disetujui senat.

Maka dari itu, Demokrat sedang membujuk Presiden Joe Biden untuk membujuk Kongres menyetujui undang-undang tersebut untuk membantu meningkatkan produksi chip di AS. Kekurangan komponen utama telah memperburuk kemacetan rantai pasokan.

Pekan lalu, Intel sebagai salah satu perusahaan elektronik besar mengatakan akan menginvestasikan US$ 20 miliar untuk membangun kompleks pembuatan chip terbesar di dunia di Ohio.

Pada bulan November, Samsung juga mengumumkan bahwa mereka telah memilih lokasi di dekat Texas untuk membangun pabrik chip komputer baru senilai US$ 17 miliar. Pabrik ini diharapkan akan beroperasi pada paruh kedua tahun 2024. Ini adalah investasi AS terbesar yang pernah dilakukan oleh raksasa elektronik Korea Selatan.

(hal/eds)