Sri Mulyani Sebut 2023 Jadi Tahun Paling Kritis Buat APBN, Kenapa?

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 18:11 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati/Foto: Eduardo Simorangkir

Defisit Bisa Ditekan

Sri Mulyani cukup optimistis bahwa defisit anggaran tahun ini akan lebih rendah dari pagu yang ditetapkan di APBN 2022. Di tahun ini pemerintah mematok defisit anggaran 4,85% dari PDB.

Dalam realisasi sementara APBN 2021, defisit anggaran tercatat 4,65%. Artinya target tahun ini justru lebih tinggi ketimbang realisasi tahun lalu. Tren yang membaik inilah yang membuat Sri Mulyani cukup percaya diri bahwa defisit juga akan membaik di tahun ini.

"(Target) defisit kita 4,85% dari GDP (di APBN 2022). Angka lebih tinggi dari realisasi defisit 2021 yang sangat baik, turun drop di 4,7%. Kita berharap realisasi defisit 2022 akan lebih rendah dari dalam UU," ujar Sri Mulyani.

Jika pemerintah mampu menurunkan defisit APBN, maka hal tersebut akan menghasilkan konsekuensi yang sangat penting bagi Indonesia yang saat ini menghadapi ketidakpastian global.

Ketidakpastian global tersebut akan menciptakan spillover effect yang signifikan. Jika pemerintah mampu menurunkan defisit, maka Indonesia bisa mengatasi masalah tersebut dan laju pemulihan ekonomi tetap terjaga.


(aid/ara)