Perusahaan Pembangkit Listrik Ini Rilis Obligasi Rp 750 M, Intip Kuponnya

Danang Sugianto - detikFinance
Kamis, 27 Jan 2022 21:30 WIB
Di hari pertama puasa Ramadan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa lanjutkan penguatan dengan kenaikan tipis 2 poin. Investor asing masih terus melepas saham. Pada perdagangan preopening, IHSG naik tipis 2,210 poin (0,04%) ke level 4.947,963. Sedangkan Indeks LQ45 menguat tipis 0,563 poin (0,07%) ke level 850,740. Rengga Sancaya/dettikcom.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

PT Tamaris Hidro sebagai perusahaan holding investasi bidang energi, saat ini telah terlibat dalam program penambahan kapasitas listrik melalui 10 entitas anak yang bergerak dalam pengembangan energi minihidro yaitu bidang Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH) yang tersebar di Indonesia.

Untuk memenuhi kebutuhan investasi tersebut, PT Tamaris Hidro akan menerbitkan surat utang yaitu Penawaran Umum Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022, dengan nilai sebanyak banyaknya l Rp 750 miliar.

Dana dari hasil Penawaran Umum Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 (setelah dikurangi dengan biaya emisi), akan digunakan untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit sindikasi Perseroan dan entitas anak.

Obligasi ini memiliki 3 seri yakni seri A tenor 3 tahun, indikasi kupon 5,36%-5,5% dengan nominal Rp 200 miliar, seri B tenor 5 tahun indikasi kupon 6,25%-6,75% dengan nominal Rp 250 miliar dan seri C tenor 7 tahun indikasi kupon 7%-7,75% dengan nominal Rp 300 miliar.

Penerbitan Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 tersebut akan didukung Fasilitas Pembiayaan Pendukung Obligasi (CEF) dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dengan jumlah fasilitas standby maksimal Rp 750 miliar. Dana tersebut dapat digunakan untuk pemenuhan Dana Cadangan Pembayaran Bunga dan Dana Cadangan pelunasan Pokok Obligasi.

Kedua, Obligasi Tamaris Hydro I Tahun 2022 didukung dengan sinking fund, yaitu Dana Cadangan yang mencakup dana cadangan untuk pembayaran bunga obligasi yang harus tersedia sebesar 3 bulan pembayaran bunga obligasi untuk masing‐masing seri obligasi, dimana dana tersebut harus tersedia paling lambat 20 hari kerja setelah emisi.

Dana Cadangan Pelunasan Pokok Obligasi yang harus tersedia sejak 12 bulan hingga 3 bulan sebelum tanggal pelunasan pokok masing‐masing Seri Obligasi, bertahap dari 3% hingga 100%.

Lanjut halaman berikutnya.