Ciri-ciri Investasi Bodong yang Bisa Kamu Kenali

- detikFinance
Sabtu, 29 Jan 2022 06:03 WIB
Investasi Bodong
Foto: Investasi Bodong (Denny Pratama Putra/detikcom)
Jakarta -

Binary Option hingga robot trading belakangan jadi topik yang ramai dibicarakan. Pemahaman yang salah yang disebarkan para pihak tak bertanggung jawab membuat banyak masyarakat awam yang akhirnya terjerumus dan menderita rugi yang cukup besar.

Berkedok trading saham di pasar modal atau bursa berjangka, Binary Option justru menerapkan praktik-praktik judi online yang cenderung merugikan masyarakat.

"Binary Option atau opsi biner sebenarnya bukan trading tapi lebih mirip judi online. Jadi kita dibatasi waktu untuk menebak apakah grafik akan naik atau turun. Jadi ini bukan trading, tapi lebih mirip tebak-tebakan, judi," kata CEO dan Founder Astronacci International Gema
Goeyardi, Jumat (28/1/2022).

Penjelasan Gema diperkuat oleh pernyataan Satgas Waspada Investasi (SWI) yang menyebut bahwa Binary Option tidak berizin sehingga masyarakat diminta hati-hati.

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L Tobing mengungkapkan jika pada prinsipnya semua kegiatan usaha perdagangan berjangka komoditi di wilayah Negara Republik Indonesia harus memiliki izin dari Bappebti. Pialang berjangka dari luar negeri yang tidak memiliki izin usaha dari Bappebti termasuk ilegal.

Topik berikutnya yang juga hangat menjadi perbincangan adalah robot trading. Gema mengatakan, sebanrnya robot trading adalah teknologi yang memang mulau dikembangkan di industri pasar modal dan keberadaannya bisa dibilang wajar.

Hanya saja, ada beberapa robot trading yang dalam praktiknya justru mengancam keamanan keuangan para penggunanya. Gema langsung memberikan ciri-ciri robot trading yang harus dihindari masyarakat.

Buka halaman selanjutnya untuk tahu ciri-cirinya.