Soal Alokasi Dana Otsus Papua, Ini Kata Pengusaha Setempat

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Senin, 31 Jan 2022 09:32 WIB
Pemandangan kota Jayapura dari atas Bukit Hollywood
Foto: Yudha Maulana/detikTravel
Jakarta -

Program Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memajukan Provinsi Papua melalui aturan penggunaan dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua untuk pendidikan dan kesehatan menuai reaksi positif dari beberapa pihak.

Salah satunya pengusaha muda asli Papua, Yance Mote. Ia menilai penggunaan 30% dari total 1,25% dana otsus untuk pendidikan ini lebih tepat digunakan untuk memajukan sumber daya manusia (SDM) di Papua.

Yance mengatakan, hal tersebut segaris dengan desakan mahasiswa Papua penerima beasiswa luar negeri yang mendesak pemerintah pusat mengalokasikan 10% dana otsus untuk sektor pendidikan ke Pemprov Papua.

"Sudah tepat, apabila bapak presiden mengalokasikan minimal 10% dana otsus Papua untuk sektor pendidikan," katanya, Minggu (30/1/2022).

Dirinya melihat, hingga saat ini kemampuan SDM di Papua masih sangat lemah, hal inilah yang secara tidak langsung akan berakibat pada lemahnya kebijakan fiskal Papua terhadap kebijakan investasi.

"Untuk itu, saya sangat setuju apabila kemampuan SDM di Papua harus terus ditingkatkan, agar ke depan tanah papua ini bisa menjadi sebuah propinsi kuat akan perekonomiannya dan dipegang langsung oleh para putra daerah yang memiliki visi untuk membuat papua lebih maju," terangnya.

Di sisi lain, Yance menambahkan, dirinya juga mendorong Pemprov Papua lebih berkreasi agar pendapatan asli daerah (PAD) semakin besar dan bisa dialokasikan cukup untuk pengembangan pendidikan dan peningkatan kemampuan SDM.

Bahkan, lanjutnya, kalau Pemprov Papua bisa meningkat, tak perlu lagi alokasi khusus dari dana otsus bagi kemajuan SDM.

"Kalau Pemprov Papua bisa lebih kreatif, membuka peluang-peluang bagi pengembangan daerah, diyakini PAD pun akan meningkat. Dengan begitu, bisa diberikan beasiswa kepada putra-putri Papua untuk melanjutkan sekolah, bahkan sampai ke luar negeri," tambahnya.



Simak Video "Mahfud: Dunia Internasional Tak Lagi Bahas Isu Papua Merdeka"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)