ADVERTISEMENT

Mendag Sebut Harga Minyak Goreng Mahal Ulah RI Sendiri

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 31 Jan 2022 16:49 WIB
Mendag M Lutfi
Foto: Muhajir Arifin
Jakarta -

Harga minyak goreng mengalami kenaikan sejak tahun lalu. Penyebab utama minyak goreng naik adalah kenaikan harga komoditas kelapa sawit dunia. Nah menurut Menteri Perdagangan M Lutfi, ternyata Indonesia sendiri yang jadi biang kerok kenaikan harga minyak goreng.

Hal itu terjadi karena sebagai negara produsen kelapa sawit besar, Indonesia meluncurkan B30 alias biodiesel yang merupakan salah satu jenis bahan bakar nabati untuk kendaraan. Langkah itu menurut Lutfi membuat harga kelapa sawit yang jadi bahan baku minyak goreng melompat liar di dunia.

"Harga-harga selama 2017-2020 itu harga minyak goreng itu flat. Yang buat tinggi siapa? Yang membuat tinggi itu adalah Republik Indonesia dengan cara sebagai penghasil kelapa sawit terbesar dunia kita bikin namanya B30, harganya loncat dunia," ungkap Lutfi dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR, Senin (31/1/2022).

Namun begitu, kenaikan harga sawit ini menurutnya tetap menguntungkan Indonesia. Pasalnya produk kelapa sawit menjadi ekspor terbesar kedua bagi Indonesia setelah batu bara, karena harga naik maka petani sawit ikut mendapatkan keuntungan. Di sisi lain, dengan B30 Indonesia punya alternatif energi.

"Tapi ini tetap adalah policy yang untungkan orang Indonesia. Ekspor CPO kita 2021 itu US$ 32,83 miliar, secara agregat ekonomi bagus sekali," ungkap Lutfi.

Nah maka dari itu, menurut Lutfi intervensi pemerintah dalam rangka stabilisasi minyak goreng dilakukan secara perlahan-lahan. Tidak buru-buru. Hal itu dilakukan untuk menjaga harga pasar tidak rusak.

"Maka kalau mau tindakan kita itu pelan-pelan. Kami coba intervensi pasar sedemikian rupa supaya nggak kacaukan harga," ungkap Lutfi.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT