Omzet Induk Google Tembus Rp 1.077 T Sepanjang 2021, Ini Sumbernya

ADVERTISEMENT

Omzet Induk Google Tembus Rp 1.077 T Sepanjang 2021, Ini Sumbernya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Rabu, 02 Feb 2022 10:12 WIB
XIAN, CHINA - NOVEMBER 20: (CHINA OUT) An etiquette girl is reflected on a big screen at the Googles 2008 Xian winter marketing forum on November 20, 2008 in Xian of Shaanxi Province, China. Google has covered in China most of the commercial value of users, 88 percent of search products and user information in the use of Google. (Photo by China Photos/Getty Images)
Ilustrasi/Foto: GettyImages
Jakarta -

Induk Google, Alphabet, telah menyampaikan laporan pendapatan mereka pada kuartal keempat yang hasilnya lebih baik dari perkiraan. Berkat itu saham perusahaan melonjak lebih dari 9% setelah laporan tersebut diumumkan.

Melansir dari CNBC, Rabu (2/2/2022), dalam laporan keuangan tersebut Alphabet mengumumkan bahwa perusahaan berhasil memperoleh pendapatan sebesar US$ 75,33 miliar atau setara dengan Rp 1.077,21 triliun (kurs Rp 14.300/dolar AS). Selain itu perusahaan juga mengumumkan laba per saham sebesar US$ 30.69.

Tidak berhenti di sana, berdasarkan laporan tersebut pertumbuhan pendapatan Alphabet dilaporkan mencapai 32%, membuktikan lagi bahwa mereka mampu menghadapi tekanan dari pandemi dan inflasi.

Berkat kinerja perusahaan yang baik pada 2021 kemarin, saham Alphabet melonjak 65% sepanjang tahun. Dengan kenaikan nilai saham sebesar ini, Alphabet berhasil mengalahkan semua perusahaan Big Tech lainnya.

Secara rinci berikut adalah kinerja perusahaan yang dilaporkan Alphabet:

- Iklan Google
Pendapatan iklan Google mencapai US$ 61,24 miliar atau sekitar Rp 875,73 triliun untuk kuartal tersebut. Angka tersebut naik 33% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Philipp Schindler, chief business officer Google, mengatakan ritel adalah kontributor terbesar untuk pertumbuhan iklan dari tahun ke tahun. Belanja media dan keuangan juga signifikan.

- Iklan Youtube
Pendapatan iklan YouTube adalah satu-satunya metrik pendapatan Alphabet yang berada di bawah ekspektasi analis. Padahal perusahaan telah mencoba untuk menantang TikTok dengan layanan yang disebut Shorts.

Secara umum pendapatan iklan YouTube mencapai US$ 8,63 miliar (Rp 123,4 triliun). Nilai ini lebih rendah dari perkiraan para analis yang sebelumnya memprediksi pendapatan iklan YouTube dapat mencapai US$ 8,87 miliar.

- Google Cloud
Cloud perusahaan melaporkan pertumbuhan pendapatan sebesar 45% menjadi US$ 5,54 miliar atau sekitar Rp 79,22 triliun. Sedangkan kerugian operasional di cloud kuartal ini membaik bila dibandingkan dengan tahun lalu.

- Other Bets Alphabet
Pendapatan untuk "payung" Other Bets perusahaan (yang mencakup unit mobil self-driving Waymo dan unit life sciences Verily) mencapai US$ 181 juta atau sekitar Rp 2,58 triliun. Angka ini mengalami sedikit penurunan dari tahun lalu.

- Pendapatan Lainnya
Segmen pendapatan Google lainnya, yang meliputi perangkat keras, Play Store, dan pendapatan non-iklan YouTube, mencatat penjualan US$ 8,16 miliar (Rp 115,83 triliun). Angka ini mengalami kenaik bila dibandingkan dengan tahun lalu sebesar US$ 6,67 miliar.

- Akuisisi Lalu Lintas (TAC)
Biaya Akuisisi Lalu Lintas (TAC) merupakan metrik yang digunakan untuk menunjukkan berapa banyak perusahaan membayar situs web lain untuk memperoleh lalu lintas/traffic di internet. Pada kuartal ini biaya TAC perusahaan mencapai US$ 13,43 miliar atau sekitar Rp 192,04 triliun.

Tonton juga Video: Bocoran Ponsel Layar Lipat Google Pixel Notepad

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT