ADVERTISEMENT

Belajar Cermat Keluar Uang Untuk Hidup Merdeka Finansial

detikTV - detikFinance
Jumat, 04 Feb 2022 06:19 WIB
Jakarta -

Paradigma hidup gaya hemat masih dianggap sebelah mata bagian sebagian masyarakat. Padahal jika diikuti, gaya hidup hemat atau frugal living bisa membawa seseorang merdeka secara finansial.

"Saya bisa ngerti kenapa banyak orang punya pendapat kurang bagus dengan kata hemat. Saya lebih setuju, hidup dengan mengeluarkan uang dengan cermat. Walaupun mengeluarkan uang dengan cermat sebenarnya hemat juga. Cuma bagi sebagian orang, (hemat) itu dilakukan karena kamu susah. Itu paradigma, orang berhemat karena penghasilan kecil dan segala macam," ujar perencana keuangan, Safir Senduk dalam acara d'Mentor detikcom, Kamis (3/2/2022).

Safir mengatakan, mengeluarkan uang secara cermat biasanya akan menaikkan rate investasi. Oleh karena itu, mereka yang menerapkan gaya hidup cermat atau hemat sejak usia dini, semakin cepat merdeka secara finansial.

"Kalau biasanya orang suka bilang invest 10% sampai 20% setiap dapat penghasilan. Dengan mengeluarkan uang secara cermat, dia bisa kok menaikkan jumlah investasi menjadi 50%. Jadi buat saya, makin muda orang memulai itu makin bagus," ujar Safir.

Sementara itu, Praktisi frugal living Samuel Ray berpendapat. Untuk menerapkan gaya hidup cermat, utamanya harus disiplin. Selain itu, harus mempunyai prinsip kuat agar tidak gampang terpengaruh dengan gaya hidup orang lain.

"Bagaimana kita melihat keuangan kita dengan disiplin dengan cermat sehingga kita terbawa dengan FOMO (Fear Of Missing Out-red). Kita tidak terbawa oleh trend, tidak terbawa keinginan sesaat, jadi berusaha memahami apa yang kita ingin kita beli dan konsumsi, juga bagaimana cara menggunakan uang dengan cermat," ujar Samuel.

Menurut Samuel, mempraktekkan gaya hidup frugal membuat hidupnya sehat secara mental. Baginya, cermat mengelola keuangan akan mengantarkan Samuel menuju kemerdekaan finansial.

"Kami menyadari dengan frugal living, kita hidup lebih sehat secara mental. Tidak kemudian langsung beli gadget ketika melihat iklannya. Tapi, kami punya awareness, kami beli sesuatu karena membutuhkan. Hasilnya, saving rate meningkat. Untuk apa saving rate tinggi? Untuk mencapai financial independence.," ungkap Samuel.

"Jadi, kami sedang punya target satu angka yang kami kejar. Ketika kami mencapai angka tersebut, kami bisa hidup dari hasil investasi tabungan itu," pungkasnya.

(ed/vys)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT