Omicron Merebak, Hotel-Restoran Mulai Sepi Lagi

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 09 Feb 2022 14:06 WIB
Ilustrasi hotel
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta -

Ketua Umum Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani menyebut okupansi hotel dan restoran anjlok akibat merebaknya varian Omicron dan kebijakan PPKM Level 3 di beberapa daerah.

"Okupansi rate kuartal I-2022 drop ya. Secara nasional hanya sekitar antara 25-30%. Insyaallah di Q2 bergerak 40-50%," ucapnya dalam konferensi pers di Rakernas PHRI 2022, Rabu (9/2/2022).

Meski awal tahun ini industri pariwisata akan menghadapi penurunan kembali karena varian Omicron dan kebijakan PPKM Level 3, Hariyadi memprediksi industri pariwisata mulai pulih pada awal kuartal II-2022.

"Kuartal II ini nanti insyaallah kondisinya akan lebih baik, pemulihan pariwisata, optimis akan mulai berjalan lagi kuartal II. Kenapa Q2 karena perkiraan Menkes puncak kasus pada Februari kita berharap di bulan Maret itu akan turun dan diharapkan April sudah masuk level 1 (PPKM) kembali," jelasnya.

Optimistis itu juga didorong dengan melihat negara lain yang dinilai berhasil melewati badai varian Omicron. Hariyadi mencontohkan seperti Inggris, Denmark dan Turki.

"Kita melihat Inggris, Denmark, lalu diikuti Turki itu menunjukkan mereka jauh lebih siap ya menghadapi melewati varian Omicron ini. Kalau kita melihat negara-negara tersebut kita belajar dari mereka," ucapnya.

Hanya saja, ada satu sejumlah kekhawatiran oleh para pelaku usaha hotel dan restoran. Hariyadi mengatakan khawatir apa bila nanti 2023 perusahaan hotel dan restoran tidak mampu membayar utang karena terus terdampak pandemi sejak 2020.

"Mana kala nanti ternyata setelah 2023 itu terjadi kesenjangan atau gap antara kemampuan membayar atau kemampuan cash flow perusahaan dengan beban utangnya. Ini nanti kita meminta secara khusus atau itu bantuan atau intervensi," imbuhnya.

Simak juga video 'Gejala COVID Omicron Mirip Flu?':

[Gambas:Video 20detik]



(eds/eds)