Standard Chartered Suntik Kredit Pintar Rp 1 Triliun

ADVERTISEMENT

Standard Chartered Suntik Kredit Pintar Rp 1 Triliun

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 09 Feb 2022 17:29 WIB
Standard Chartered diselidiki terkait transfer dana nasabah Indonesia yang terkait militer
Foto: BBC World
Jakarta -

Standard Chartered Indonesia dan Kredit Pintar Indonesia (Kredit Pintar) pada hari ini mengumumkan kemitraan berupa pendanaan untuk pinjaman konsumen digital melalui platform fintech Kredit Pintar. Total limit pendanaan mencapai US$ 70 juta atau setara Rp 1 triliun (kurs Rp 14.300).

Kerja sama ini merupakan bagian dari kemitraan global Standard Chartered dengan Atome Financial. Kredit Pintar merupakan bagian dari group perusahaan tersebut, yang sebelumnya telah disepakati dan diumumkan pada bulan Oktober 2021.

Dalam kesepakatan global tersebut Standard Chartered berkomitmen untuk menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 7,1 triliun (US$ 500 juta) selama 10 tahun melalui Atome Financial di beberapa pasar Asia termasuk Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Vietnam. Indonesia adalah pasar pertama yang meluncurkan kerja sama ini setelah pengumuman global tersebut.

"Standard Chartered dengan bangga meluncurkan kemitraan digital dengan Kredit Pintar, yang merupakan kemitraan kedua kami dengan platform fintech di Indonesia. Kemitraan ini menegaskan komitmen kami untuk turut serta dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia, seraya memberikan kenyamanan dan efisiensi dalam mengakusisi serta melayani nasabah," kata CEO Indonesia & ASEAN Market (Australia, Brunei dan Filipina) Standard Chartered, Andrew Chia dalam keterangan tertulis, Rabu (9/2/2022).

Jeffrey Tan, Head of Consumer, Private and Business Banking (CPBB) Indonesia, Standard Chartered mengatakan kolaborasi ini sejalan dengan strategi Bank untuk mendukung pertumbuhan aset di segmen retail melalui kemitraan dengan fintech dan perusahaan multifinance digital.

"Kemitraan ini juga mendukung agenda keberlanjutan Standard Chartered untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dengan memberikan akses keuangan kepada masyarakat Indonesia. Ke depannya, kemitraan dengan Kredit Pintar ini akan membuka jalan untuk berkolaborasi dengan berbagai mitra untuk menawarkan lebih banyak produk dan solusi keuangan, di pasar utama lainnya," tuturnya.

CEO Atome Financial Indonesia Wawan Salum mengatakan kemitraan ini merupakan salah satu investasi strategis utama untuk mendukung industri fintech di Indonesia.

"Kami bangga bahwa Indonesia adalah pasar pertama di kawasan yang meluncurkan kemitraan Standard Chartered ini, pertama dengan merek pinjaman digital konsumen kami, Kredit Pintar, dan pada akhirnya akan bersama Atome Indonesia untuk memperluas jaringan ritel Buy Now Pay Later," ucapnya.

Kredit Pintar sendiri merupakan salah satu platform penyedia layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi di Indonesia yang terdaftar, dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Beroperasi sejak 2017 Kredit Pintar telah diunduh lebih dari 10 juta unduhan dan nilai kepuasan pelanggan sebesar 4,4 bintang di Google Play Store.

Sampai saat ini Kredit Pintar telah mencairkan lebih dari Rp 23,8 triliun pinjaman, dengan hampir 1 dari 2 konsumen meminjam untuk tujuan modal usaha kecil atau pendidikan. Jumlah pinjaman berkisar dari Rp 600 ribu hingga Rp 20 juta, dengan jangka waktu pinjaman hingga 12 bulan.

"Peluncuran kemitraan strategis Kredit Pintar dengan Standard Chartered ini merupakan bukti lebih lanjut atas kepercayaan investor dan nasabah kami kepada Kredit Pintar untuk menggunakan teknologi guna mendorong inklusi keuangan yang berkelanjutan, baik bagi konsumen maupun usaha kecil di Indonesia," kata Direktur Kredit Pintar Wisely Wijaya.

(das/eds)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT