Kisah Susi Air: Angkut Bakul Ikan hingga Jadi 'Dewa Penolong' Tsunami Aceh

ADVERTISEMENT

Kisah Susi Air: Angkut Bakul Ikan hingga Jadi 'Dewa Penolong' Tsunami Aceh

Anisa Indraini - detikFinance
Minggu, 13 Feb 2022 07:15 WIB
Pesawat perintis Susi Air
Pesawat Susi Air/Foto: Ahmad Masaul Khoiri/detikcom
Jakarta -

Maskapai Susi Air belakangan ini sedang jadi pemberitaan karena pesawatnya diusir dari hanggar di Bandara Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara). Atas insiden itu pihaknya berencana melaporkan pemerintah kabupaten setempat ke Bareskrim Mabes Polri.

Susi Air cukup populer melayani penerbangan berjadwal dan carter ke daerah dengan geografis pegunungan hingga pulau-pulau kecil. Dilansir dari website resminya, Minggu (13/2/2022), maskapai milik Eks Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti itu berkembang signifikan sejak berdiri pada 2004 silam.

Uniknya, wanita kelahiran Pangandaran 57 tahun silam itu tak memiliki latar belakang di dunia aviasi. Menamatkan pendidikan tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) pun tidak pada saat itu.

Susi Air bisa dibilang berawal dari bakul ikan karena pesawatnya awalnya digunakan untuk mengangkut produk perikanan. Susi Pudjiastuti yang saat itu memiliki usaha sebagai pedagang ikan laut, memiliki persoalan untuk ekspor karena transportasi produk perikanan di wilayah Jawa bagian selatan masih susah.

Transportasi yang susah membuat kualitas produk perikanan menurun padahal harga tertinggi adalah saat ikan dalam kondisi hidup dan segar. Berangkat dari sana, terbesit di benak Susi Pudjiastuti memiliki pesawat sendiri.

"Di Indonesia kan transportasi susah. Bawa dari Pameungpeuk ke Pangandaran saja 8 jam. Mimpilah untuk punya pesawat Jawa bagian selatan itu bisa diangkut dalam waktu 2 jam," kata Susi Pudjiastuti kepada detikcom di Hotel Hyatt, Jakarta pada pemberitaan 2014.

Mulai tahun 2000-an, Susi Pudjiastuti mencari perbankan yang bersedia memberi pembiayaan. Tentu tak mudah karena permohonannya kerap ditolak, baru 4 tahun kemudian atau 2004, baru ada bank BUMN yang bersedia memberi kredit untuk mendatangkan 2 unit pesawat baling-baling bertipe Cessna Grand Caravan.

"Itu bulan November datang (tahun 2004). Kita mulai angkuti ikan dari Pangandaran sampai Jakarta. Itu kalau lobster hidup, biasa kalau pakai truk bawa 3 kwintal yang matinya bisa banyak tapi karena pakai pesawat jadinya kurang," jelasnya.

Baru sebulan tiba dan membantu mengangkut produk perikanan, Susi Pudjiastuti terketuk hatinya melihat bencana tsunami yang menerpa bumi Serambi Mekkah, Aceh. Ribuan orang meninggal dunia dan moda transportasi darat di sana terputus.

Lanjut ke halaman berikutnya



Simak Video "Susi Air Kecelakaan di Papua"
[Gambas:Video 20detik]

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT