D-8 Optimistis Kerjasama Ekonomi Bisa Diperkuat
Sabtu, 13 Mei 2006 11:34 WIB
Denpasar - Negara-negara yang tergabung dalam Developing Eight (D-8) optimistis bisa membangun kerjasama ekonomi dan perdagangan yang lebih kuat lagi. Salah satu lem yang bisa memperkuat karena sebagian besar anggotanya adalah negara Islam.Hal itu disampaikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad dalam forum ke-5 KTT D-8 di Bali International Convention Center, Nusa Dua, Bali, Sabtu (13/5/2006).Ahmadinejad berpidato secara berdampingan dengan Presiden SBY di hadapan para kepala negara anggota D-8 dan delegasi lainnya."Hubungan ekonomi dan perdagangan bisa diperkuat karena hampir semua anggota D-8 mayoritas beragama muslim. Saya tidak ada keraguan bahwa harapan untuk meningkatkan perdagangan antaranggota D-8 bisa terwujud," kata Ahmadinejad.Apalagi, sambung dia, masing-masing negara mempunyai potensi dan kapasitas yang saling menghargai, walaupun sejumlah ada negara yang memproduksi barang serupa."Tujuan KTT ini memperkuat ekonomi dan perdagangan antaranggota D-8 yang selama ini belum optimal," kata dia.Sementara Presiden SBY mengungkapkan, ada beberapa masalah yang mempengaruhi kerjasama ekonomi dan perdagangan di kalangan anggota D-8.Beberapa masalah tersebut sebetulnya tidak ada hubungannya dengan ekonomi, tapi berkaitan dengan politik dan keamanan. Masalah ini juga kebanyakan datang dari luar negara anggota D-8.SBY kemudian mengajak anggota D-8 untuk menerima deklarasi Bali, karena deklarasi Bali akan menghadirkan strategi kebijakan dan konsep bagi kerjasama D-8 yang lebih terfokus.Dia juga mengajak anggota D-8 meningkatkan kerjasama di bidang energi melalui penelitian dan pengembangan sumber energi alternatif.
(umi/)











































