Konflik Rusia-Ukraina Bikin Harga Gandum-Jagung Meroket, RI Kena Dampak?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 15 Feb 2022 09:23 WIB
jagung untuk kesehatan tulang wanita
Foto: iStock
Jakarta -

Kekhawatiran invasi Rusia di Ukraina memberikan dampak pada harga produk pertanian seperti gandum. Kondisi tentu tidak baik mengingat harga pangan global sudah mendekati level tertinggi 10 tahun.

Dikutip dari CNN, Selasa (15/2/2022), Rusia merupakan pengekspor gandum terbesar di dunia. Begitu juga Ukraina yang merupakan pengekspor gandum dan jagung yang cukup signifikan.

Kondisi itu membuat gelombang kenaikan harga karena investor melihat potensi konflik.

"Pasti ada volatilitas berdasarkan apa yang sedang terjadi," kata Peter Meyer, kepala analis di S&P Global Platts.

Gangguan dalam pengiriman gandum atau jagung dari Rusia dan Ukraina dapat memperburuk inflasi pangan. Terutama, pada negara yang menggantungkan pasokan dari negara tersebut.

Food and Agriculture Organization (FAO) mencatat, harga pangan global naik sebanyak 28% pada tahun 2021. Harga pangan diperkirakan akan terus mengalami kenaikan pada tahun ini karena masalah rantai pasok.

"Ukraina adalah pengekspor utama gandum dan jagung dan setiap gangguan pada ekspornya akan menyebabkan lonjakan harga global," kata Ophelia Coutts, seorang analis Rusia di Verisk Maplecroft.

"Kombinasi harga pangan dan energi yang tinggi akan menonjolkan krisis biaya hidup dan meningkatkan potensi kerusuhan sipil di banyak tempat, terutama di Afrika dan Timur Tengah," sambungnya.



Simak Video "Penggilingan Gandum Ukraina Beroperasi Lagi Setelah Ditinggal Rusia"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)