Buka Pertemuan G20, Jokowi Ajak Dunia Hentikan Rivalitas!

ADVERTISEMENT

Buka Pertemuan G20, Jokowi Ajak Dunia Hentikan Rivalitas!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 17 Feb 2022 09:38 WIB
Jakarta -

Pertemuan tingkat Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral atau Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting (FMCBG) Jalur Keuangan Presidensi G20 Indonesia dimulai hari ini. Acara digelar pada 17-18 Februari 2022.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan arahan secara virtual. Mengawali sambutannya, dia mengingatkan bahwa pandemi COVID-19 belum berakhir dan ekonomi dunia masih terguncang.

"Sebagaimana saya katakan pada IMF, World Bank tahun 2018, the winter is coming dan saat ini winter yang berat benar-benar datang. Pandemi belum berakhir, dan ekonomi dunia masih terguncang," kata Jokowi, Kamis (17/2/2022).

Jokowi menyebut tidak ada satu negara manapun yang bisa bangkit sendirian. Untuk itu, dalam situasi seperti ini dinilai bukan saatnya untuk bersaing atau bermusuhan yang membuat ketegangan baru seperti yang terjadi di Ukraina karena bisa mengganggu pemulihan dunia.

"Kebangkitan satu kawasan akan membangkitkan kawasan lainnya, sebaliknya keruntuhan satu kawasan akan ikut meruntuhkan kawasan lainnya. Dalam situasi seperti ini bukan saatnya untuk rivalitas, bukan saatnya untuk membuat ketegangan baru yang menganggu pemulihan dunia apalagi yg membahayakan keselamatan dunia sebagaimana yang terjadi di Ukraina saat ini," tuturnya.

Jokowi menginginkan semua pihak menghentikan rivalitas dan ketegangan. "Kita harus fokus bersinergi untuk kolaborasi menyelamatkan dan membangkitkan dunia tempat kita hidup untuk segera bangkit kembali, pulih kembali," imbuhnya.

Pertemuan antar menteri keuangan dan gubernur bank sentral dari negara G20 ini diharapkan bisa merumuskan langkah-langkah antar negara untuk menyelesaikan permasalahan dunia.

"Kita harus berkolaborasi untuk menangani isu-isu global tersebut dengan capaian yang nyata, terukur untuk mengatasi masalah dan mencegah masalah agar pemulihan ekonomi dunia inklusif dan berkelanjutan," terangnya.

(aid/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT