Wow! JPMorgan Jadi Bank Besar Pertama di Metaverse

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 17 Feb 2022 13:01 WIB
LONDON - MARCH 17:  The sign for JP Morgan is featured on a mirror in the headquarters of the bank JP Morgan Chase on March 17, 2008 in London, England. JP Morgan Chase has bought out US Investment bank Bear Stearns for a small percentage of its recent value after Bear Stearns was forced to ask for emergency funds from the US Federal Reserve.  (Photo by Cate Gillon/Getty Images)
Foto: Getty Images/Cate Gillon
Jakarta -

JPMorgan masuk metaverse dan menjadi bank pertama yang membuka ruang virtual di Decentraland berbasis blockchain. Di situ, pengguna dapat membeli sebidang tanah dalam bentuk NFT dan bertransaksi dengan mata uang kripto yang didukung blockchain Ethereum.

Dalam laporannya, JPMorgan mengungkapkan nama Onyx Lounge berdasarkan pada sistem pembayaran blockchain in-house JPMorgan. Perusahaan juga merinci jenis peluang bisnis yang dapat ditemukan di Metaverse.

"Ada banyak minat klien untuk mempelajari lebih lanjut tentang metaverse," Kepala Kripto dan Metaverse JPMorgan, Christine Moy dikutip dari Coindesk, Kamis (17/2/2022).

Pada Januari lalu, raksasa elektronik Samsung membuka tokonya di New York di Decentraland. Tidak hanya sampai di situ, pada November, Barbados juga mendirikan kedutaan metaverse di Decentraland.

Harga rata-rata tanah virtual jadi berlipat ganda dari US$ 6.000 pada Juni 2021 jadi US$ 12.000 pada Desember 2021. Kenaikan harga itu terjadi di empat situs metaverse Web 3 utama: Decentraland, The Kotak Pasir, Ruang Somnium, dan Cryptovoxels.

"Pada waktunya, pasar real estate virtual dapat mulai melihat layanan seperti di dunia fisik, termasuk kredit, hipotek, dan perjanjian sewa," kata laporan JPMorgan.

Dalam laporan itu, JPMorgan disebut dapat beroperasi di dunia virtual seperti di dunia nyata karena ekosistem Decentraland sudah dilengkapi dengan populasi, PDB dan mata uangnya sendiri.

Mirip dengan perannya sebagai bank, Onyx Lounge dapat memfasilitasi pembayaran crossborder, transaksi dengan valuta asing, penciptaan aset keuangan, perdagangan dan tabungan.

"Kami percaya lanskap game virtual yang ada (setiap dunia virtual dengan populasinya sendiri, PDB, mata uang dalam game, dan aset digital) memiliki elemen yang paralel dengan ekonomi global yang ada," menurut laporan bank.

"Di sinilah kompetensi inti lama kami dalam pembayaran lintas batas, valuta asing, penciptaan aset keuangan, perdagangan dan penyimpanan, selain pijakan konsumen skala besar kami, dapat memainkan peran utama dalam metaverse," tutupnya.



Simak Video "Menengok Metaverse Fashion Week untuk Pertama Kalinya"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)